Terkini.id — Perusahaan permurnian ferronickel di Kabupaten Bantaeng, PT Huadi Nickel Alloy Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 6 ribu tenaga kerja dalam dua tahun ke depan.
Presiden Komisaris PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, Amir Jao mengatakan, tambahan pekerja 6 ribu untuk mengisi beberapa bagian di perusahaan pemurnian nikel pertama di Sulsel itu.
“Tambahan tenaga kerja itu sebagai dampak dari tambahan inivestasi baru. Kami bangun lagi enam tunggu. Semua peralatan untuk empat tungku yang sedang dibangun tahun ini, sudah ada di Bantaeng,” jelas Amir.
Menurut Amir, begitu kondisi normal dari vovid 19, empat tungku yang sedang dibangun langsung produksi.
“Tunggu kondisi normal saja,” katanya.
- Innalillahi, Putra Mantan Gubernur HZB Palaguna, Mawang Palaguna Meninggal Dunia
- Bupati Andi Utta Apresiasi KM Bulukumba di Rantau yang Konsisten Berkurban untuk Kampung Halaman
- Perjalanan Telkomsel Selama 31 Tahun Menjaga Semangat 'Melayani Sepenuh Hati'
- Kisah Haru Opa Liu, Warga Kelahiran Makassar yang Bangun "Indonesia Kecil" di Tiongkok
- MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Salat Ied dan Salurkan Daging Kurban ke Warga Sekitar
Dijelaskan, tahun depan Huadi akan membangun lagi dua tungku. Total jumlah pabrik pemurnian nikel Huadi Bantaeng jadi delapan tungku.
Dua tungku yang beroperasi sejak November 2018 menampung 2.000 tenaga kerja dalam berbagai bidang.
“Jadi total tenaga kerja untuk delapan tungku, sebanyak 8.000 tungku,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
