Krisis Iklim: Anak Muda Indonesia Memimpin Perubahan

Krisis Iklim: Anak Muda Indonesia Memimpin Perubahan

K
Kamsah

Penulis

Masalah Kesehatan dan Polusi Udara

Polusi udara di Bandung juga menjadi fokus kampanye ini. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, kualitas udara pada Agustus 2023 berada dalam kategori “sedang,” sebagian besar disebabkan oleh emisi transportasi.

Untuk itu, kampanye bertajuk Fun Walk mengajak masyarakat berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum sebagai upaya adaptasi.
Sementara itu, penyakit DBD menjadi perhatian utama di Palu, Sumba Barat, dan Jakarta.

Dengan ribuan kasus tercatat sepanjang 2024, kegiatan seperti Bumi Lestari Anak Terlindungi dan Peduli Iklim Bebas DBD diadakan untuk mengedukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit.

Hak Anak dalam Krisis Iklim

Baca Juga

“Krisis iklim adalah krisis hak anak,” tegas Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda, Kemenko PMK.

“Anak-anak menanggung dampak ganda dari krisis ini, baik langsung maupun melalui terganggunya hak atas pendidikan, kesehatan, dan waktu luang mereka.”

Hingga kini, kampanye Aksi Generasi Iklim telah melibatkan lebih dari 2.300 anak dan kaum muda. Sebagai puncaknya, Festival Aksi Generasi Iklim digelar di Jakarta pada 7 Desember 2024, menyoroti pentingnya krisis iklim dalam kebijakan nasional.

Keberlanjutan di Masa Depan

Didukung oleh Program KREASI dan INOVASI, kampanye ini dirancang untuk terus berlanjut pada 2025 dengan melibatkan lebih banyak kementerian, lembaga, dan mitra lainnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.