Krisis Pangan di Depan Mata, Jokowi Siapkan Kapasitas Produksi Dalam Negeri

Terkini.id, Jakarta – Krisis pangan sedang melanda dunia akibat Covid-19 dan perang Ukraian-Rusia, hingga menyebabkan harga pangan melambung tinggi. Hal tersebut tentu berdampak pada sektor pangan di Indonesia.

Dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022 di Jakarta pada Kamis 28 April 2022, Jokowi mengajak semua pihak untuk bersiap menghadapi krisis pangan jika akan terjadi hingga tahun 2023 mendatang.

Dilansir dari akun Instagram @greenpeaceid, Sekertaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa harga pangan dunia naik sebanyak 30% pada tahun 2021. Bahkan, sekitar 276 juta penduduk di seluruh dunia sedang terancam kekurangan makan. 

Baca Juga: Natalius Pigai Kecam Sikap Jokowi terhadap Konflik Rusia-Ukraina, Ruhut: Di...

Belum lagi adanya peningkatan inflasi di beberapa negara seperti Turki yang mengalami lonjakan inflasi sebanyak 61,1 persen, kemudian Amerika Serikat mengalami lompatan inflasi sebanyak 8,5 persen.

“Semua, kita harus memiliki sense of crisis, jangan seperti biasanya, jangan business as usual. Hati-hati, sense of crisis harus ada di kita semuanya sehingga kita harus ada skenario yang pas dalam menghadapi situasi yang tidak pasti ini,” ungkap Jokowi, dikutip dari Kompas.com pada Kamis 26 Mei 2022.

Baca Juga: Sentil Jokowi, SBY: Dulu Saya Dihujat Tapi Pemerintahan Saya Tak...

Jokowi bersama kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah akan mempersiapkan kapasitas produksi pangan dalam negeri, untuk mengantisipasi jika krisis pangan berpotensi berlangsung hingga tahun depan.

Ia juga menyampaikan untuk tidak melakukan impor bahan pangan seperti jagung dan kedelai. Jokowi mengajak Pemda untuk melakukan pembelian produk dalam negeri atau meningkatkan tingkat komponen dalam negeri.

Krisis iklim juga perlu menjadi catatan penting, sebab para petani Indonesia sedang menghadapi cuaca ekstrem dan banjir yang berdampak pada gagal panen. 

Baca Juga: Sentil Jokowi, SBY: Dulu Saya Dihujat Tapi Pemerintahan Saya Tak...

Kondisi tersebut memungkinan adanya hambatan proses produksi dalam negeri. BMKG juga memprediksikan akan ada ancaman kemarau panjang di Indonesia yang mungkin dapat merugikan sektor pertanian.

Bagikan