Terkini.id, Jakarta – Pendakwah, Ustaz Yahya Waloni mengkritisi soal isi ceramah ustaz-ustaz sekarang yang kerap membahas soal surga dan neraka.
Menurut Yahya Waloni, dalam kondisi sekarang ustaz jangan lagi bahas soal surga dan neraka. Pasalnya, kata Yahya, orang Islam sudah pasti masuk surga.
“Dalam kondisi saat ini, masih ada juga ustaz-ustaz yang ceramah soal surga neraka. Sudahlah, kalau orang sudah Islam itu asal dia yakin dengan dua kalimat syahadat tempatnya sudah di surga, tidak usah yakinkan lagi soal surga,” ujar Yahya Waloni.
Hal itu disampaikan Ustaz Yahya Waloni lewat video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam, seperti dilihat pada Sabtu 20 Februari 2021.
Menurutnya, orang Islam dari organisasi manapun baik Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, FPI, Ansor ataupun Banser selama mereka meyakini dua kalimat syahadat haram bagi mereka masuk neraka.
- Wali Kota Makassar Munafri: APBD Bukan Sekadar Angka, Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
- PSM Makassar Sumbang Satu Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
- Aksi Mangrove Lestari, Kalla Translog Komitmen Mendukung Keberlanjutan Lingkungan
- PLN UID Sulselrabar Dukung Program Reforma Agraria BPN melalui Pendampingan UMKM di Majene
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Sediakan Pilihan Layanan
“Mau dia NU, Muhammadiyah, Nafsabandiyyah, FPI, Banser, Ansor apapun organisasi Islam yakinlah bahwa orang yang mengucapkan Lailahaillah Muhamad Darasulullah haram bagi mereka neraka,” ungkapnya.
Maka dari itu, Yahya Waloni meminta agar para penceramah saat ini tak lagi membahas soal surga dan neraka melainlan berdakwah untuk mengantisipasi kemunafikan orang-orang yang mengaku beragama Islam.
“Bukan begitu lagi cara dakwah (bicara surga neraka), tapi bagaimana dakwah sekarang ini mengantisipasi Islam itu dari kemunafikan orang-orang yang mengaku beragama Islam,” tuturnya.
Dalam video ceramahnya itu, Yahya Waloni juga mengomentari soal fenomena ustaz-ustaz ditangkap yang menurutnya kerap terjadi di Indonesia saat ini.
Ia menilai, banyak ustaz saat ini yang ditangkap aparat kepolisian padahal mereka tidak melakukan tindak pidana.
Awalnya, Yahya Waloni menanggapi soal kabar tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin yang dituduh radikal.
“Terakhir saya baca berita, Profesor Din Syamsuddin tokoh Muhammadiyah dituduh sebagai sosok yang radikal,” kata Ustaz Yahya.
Ia pun mengaku heran dengan tuduhan tersebut. Pasalnya, kata Yahya, Din Syamsuddin di dunia internasional sudah dikenal sebagai tokoh perdamaian.
“Reputasi lalu latar belakang Profesor Din Syamsuddin dikenal sebagai tokoh perdamaian dunia. Bukan cuma wilayah ASEAN, bukan cuma wilayah Asia, Din Syamsuddin dikenal di internasional mengglobal selurah dunia. Dituduh sebagai radikal,” ucapnya.
Selanjutnya, ia menyinggung soal sejumlah ustaz yang dipenjara termasuk Eks Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
“Beberapa ustaz dipenjarakan termasuk pemimpin umat Islam lambang Jihad, Habib Muhammad Rizieq Shihab,” tutur Yahya Waloni.
Yahya pun membahas apabila dirinya juga nantinya ikut ditangkap. Menurutnya, ada beberapa sikap ustaz-ustaz saat hendak ditangkap tersebut.
Ia membeberkan, ada ustaz yang pasrah jika ditangkap dan ada juga ustaz yang menyerah saat ditangkap aparat.
Namun, lanjut Yahya, akan ada juga ustaz yang nantinya akan baku hantam sampai mati sebelum ditangkap.
“Hati-hati Yahya kamu juga nanti. Ohhhh. Ada ustaz-ustaz yang ditangkap pasrah, ada ustaz yang ditangkap menyerah, ada juga ustaz-ustaz yang baku mati baku hantam mati di tempat Insya Allah ada, Allahuakbar!” teriak Yahya Waloni.
Para ustaz, menurut Yahya, tidak pernah menyuruh jamaah melakukan tindak pidana melainkan mereka mengajarkan masyarakat untuk berguna bagi bangsa dan agama.
“Karena ustaz-ustaz ini tidak pernah menyuruh melakukan tindak pidana. Ustaz-ustaz ini mengajarkan manusia masyarakat Muslim untuk berakhlak, berguna nantinya bagi nusa dan bangsa, berguna untuk Islam di masa akan datang,” jelasnya.
Oleh karenanya, lanjut Yahya Waloni, jika ada ustaz yang ditangkap namun tidak melakukan tindak pidana termasuk dirinya maka dengan tegas ia memilih baku hantam sampai mati sebelum ditangkap.
“Kalau ustaz mau ditangkap urusan apa. Kalau melakukan tindakan pidana, tangkap. Tapi kalau tidak melakukan pidana dicari-cari kesalahannya lalu ditangkap, baku habis dulu kita,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
