Terkini.id, Jakarta – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis menanggapi soal isi ceramah kontroversial pendakwah Ustaz Yahya Waloni yang diketahui merupakan mualaf.
Lewat cuitannya di Twitter, Kamis 18 Februari 2021, Ketua MUI tersebut menilai Yahya Waloni sebagai mualaf seharusnya belajar dulu sebelum menjadi ustaz dan memberi ceramah ke jamaah.
“Mualaf harusnya belajar dulu jangan buru-buru jadi ustaz,” cuit Cholil Nafis.
Ia juga meminta kepada masyarakat agar hendaknya mencari penceramah yang bisa mengaji dan mapan secara ilmu agama.
“Masyarakat pun hendaknya cari penceramah yang bisa ngaji dan berilmu. Ini perlu dibina dibimbing, kecuali kalo tak mau ya,” imbau Cholil Nafis.
- Promo Kartini Garuda Indonesia Makassar Berikan Cashback bagi Pengguna BNI
- Penutupan Darul Arqam III Tegaskan Komitmen Kaderisasi di Unismuh
- Alumni Teknik Unhas Angkatan 87 Bersiap Gelar Reuni di Kota Malang
- Puluhan UMKM Ikuti UMK Academy 2026 di Makassar, Fokus Green Business dan Digital Marketing
- Grand Opening Bursa Sajadah Makassar, Kemenhaj Sulsel: Jawaban Kebutuhan Jamaah dan Peluang UMKM Lokal
Pada cuitan selanjutnya, Cholil juga berpesan kepada mualaf agar tak menjelek-jelekkan agama lain dan jangan pernah mencaci maki makhluk ciptaan Allah SWT termasuk hewan anjing.
“Mualaf itu tak boleh menjelekan agama sebelumnya, tak boleh membenci makhluk Allah meskipun anjing,” tegas ketua MUI ini.
Diketahui, pendakwah Ustaz Yahya Waloni belakangan ini menjadi sorotan publik lantaran isi ceramahnya yang kerap membuat geram masyarakat.
Salah satu isi ceramah kontroversial Yahya Waloni yakni saat dirinya mengaku telah dengan sengaja menabrak anjing di jalanan saat tengah mengendarai mobil.
Bahkan, Yahya Waloni mengaku saat menabrak anjing tersebut binatang itu sampai terpental hingga kakinya pincang.
Hal itu diungkapkan Ustaz Yahya Waloni lewat sebuah video ceramahnya yang tayang di Hadits TV pads Sabtu 13 Februari 2021.
Dalam ceramahnya tersebut, Yahya mengatakan anjing itu dia tabrak di sekitar wilayah perbatasan antara Riau dan Jambi, tepatnya di sebuah kecamatan bernama Kemuning.
Yahya Waloni menceritakan, saat berada di sepanjang jalan di wilayah tersebut dirinya melihat banyak sekali lapo. Di sana, ia juga melihat kehidupan agak berbeda.
Menurutnya, wilayah yang ia lalui tersebut agak eksentrik lantaran banyak lapo yang menawarkan berbagai makanan dan minuman tak halal.
Selain itu, kata Yahya, warga beragama Kristen dan Islam di kawasan itu saling berbaur.
“Si Islam pakai kopiahnya miring, orang apa itu? Islam atau Kristen. Yang satunya si kafir goyang-goyang gitar, lalu si muslim menyanyi, cocok itu,” cerita Ustaz Yahya Waloni.
Lantaran melihat pemandangan itulah, Yahya Waloni lantas mengungkapkan beberapa saat kemudian ia menghantam seekor anjing dan menabrak hewan itu sampai terpental dan pincang.
“Kutabrak juga seekor anjing. Enggak tahu punya siapa, lari pincang kakinya,” ujar pendakwah asal Manado ini.
Menurut Yahya Waloni, ia sengaja menabrak anjing tersebut karena menganggap binatang peliharaan itu najis.
“Kalau kambing masih saya rem. Tapi kulihat anjing, najis ya saya tabrak. Dulu saya tidak berani tabrak, kalau di Manado,” tutur Yahya.
Lantaran ceramahnya itu, Politikus PDIP Dewi Tanjung pun mendesak MUI untuk melarang keras Ustaz Yahya Waloni melakukan dakwah terkait Islam.
Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter meminta agar MUI melarang keras Yahya Waloni berdakwah lantaran menurutnya pendakwah itu adalah iblis menyerupai manusia.
Hal itu disampaikan Dewi Tanjung lantaran ia menilai Ustaz Yahya kerap menebarkan ujaran kebencian dan permusuhan dalam ceramahnya.
“MUI Tolong Blokir Larang Keras Manusia yang Bernama YAYAH WALONI Berpraktek menjadi pendakwah/Ustad Dia Iblis yang menyerupai Manusia menebarkan kebencian & permusuhan dalam setiap Perkataannya,” tegas Dewi Tanjung.
Menurutnya, apa yang diucapkan Yahya Waloni dalam isi ceramahnya telah mempermalukan dan merugikan agama Islam.
“Apa yang di lakukan sangat mempermalukan dan merugikan agama Islam yang Rahmatam Lill Al’amin,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
