Kritik Imbal Hasil Dana Haji BPKH 5,4 Persen, Menag Yaqut: Jemaah Dirugikan!

Terkini.id, Jakarta – Kritik imbal hasil dana haji BPKH 5,4 Persen, Menag Yaqut: jemaah dirugikan! Kementerian Agama (Kemenag) RI mengungkapkan hasil investasi pengelolaan dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hanya sebesar 5,4 persen. Hal itu dinilai tidak jauh berbeda ketimbang saat dikelola Kemenag.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali yang membacakan sambutan Menteri Agama (Menag ) Yaqut Cholil Qoumas.

“Secara rata-rata di kisaran 5,4 persen per tahun, jauh dari yang dijanjikan saat BPKH akan didirikan. Jauh dari yang dijanjikan ketika dilakukan fit and proper test oleh DPR dan ini sudah mulai jadi perhatian DPR dan BPKH jika hanya mendapatkan persentase nilai manfaatnya sama dengan Kementerian Agama,” terang Nizar dalam webinar secara virtual, Selasa 20 Juli 2021.

Baca Juga: Ketua PSI Bela Gus Yaqut: Pidatonya Bagus, Tanda Orang Hebat!

Selanjutnya, ia juga mengatakan jika hasil investasi masih sama dengan saat dikelola Kemenag, dinilai telah merugikan jemaah haji yang harus membiayai operasional lembaga baru yang ternyata hasil investasinya sama saja.

“Jika hanya mendapatkan persentase nilai manfaatnya sama antara Kementerian Agama dengan BPKH, saya menilai jemaah dirugikan karena harus membiayai operasional lembaga baru,” imbuh Nizar, seperti dilansir dari finance.detikcom, Selasa 20 Juli 2021.

Baca Juga: Sebut Jokowi Bisa Ganti Menag dengan Kader PAN yang Dekat...

Ia juga mengungkap, biaya operasional BPKH yang diambilkan dari hasil investasi dana haji dan jumlahnya lumayan besar. Pada 2020 saja biaya operasional BPKH mencapai Rp 291,4 miliar.

“Sekarang hasil investasi yang dinikmati jemaah menjadi lebih kecil dibandingkan jika dikelola oleh Kementerian Agama yang biaya operasionalnya ditanggung oleh negara,” jelasnya.

Mengutip CNBCIndonesia, anggota badan pelaksana BPKH Beny Witjaksono pernah membeberkan imbal hasil dana haji tahun ini. Melalui surat berharga imbal hasilnya 7,5 persen hingga delapan persen. Sayangnya, karena dipotong pajak maka hasil tersebut belum tercapai.

Baca Juga: Sebut Jokowi Bisa Ganti Menag dengan Kader PAN yang Dekat...

“Kami pahami, dalam perjalanan imbal hasil cenderung menurun. Per tahun ini belum bisa kejar 7,8 persen mungkin dapatnya 7,5 persen. Kalau di-blending ketemunya hampir enam persen,” jelasnya.

Beny mengungkap, BPKH optimistis memiliki sejumlah strategi guna meningkatkan imbal hasil dana haji, khususnya untuk jangka lima tahun ke depan. Pasalnya, BPKH menyadari imbal hasil hingga enam persen per tahun dinilai belum maksimal.

Beny menyampaikan, BPKH yakin imbal hasil bisa lebih dari tahun sebelumnya. Artinya, pada tahun ini tidak lagi sebesar Rp 7,5 triliun namun bisa lebih dari Rp 8,5 triliun.

Optimistis itu datang berkat disetujuinya UU Cipta Kerja terkait pengecualian pajak dari hasil investasi, target imbal hasil optimistis bisa tercapai. Sebelumnya, pajak untuk produk bank awalnya 20 persen namun saat ini nol. Kemudian, produk sukuk yang awalnya 15 persen sekarang nol.

Bagikan