Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengkritik kinerja menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi). Ia mengatakan, Kabinet Indonesia Maju saat ini tampak hening dalam menjalankan tugasnya.
Seperti misalnya, kata Fahri Hamzah, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang lebih memilih jadi pendiam.
Ia mengibaratkan, jajaran menteri-menteri Jokowi seperti operator yang menjalankan tugas sebagai pembantu presiden di setiap sektor. Namun, yang dia lihat saat ini para menteri pun terkesan enggan meriuhkan suasana dengan tidak terlalu banyak bicara.
“Karena dugaan saya, memang di kabinet Jokowi itu sampai sekarang itu tidak terlalu menggemari orang yang terlalu berdiskursus. Apalagi diskusi intelektual. Makanya menterinya pendiam semua,” kata Fahri dalam diskusi “Siapa Layak Direshuffle” secara virtual, Kamis, 25 Juni 2020 seperti dikutip dari suaracom.
Menurut Mantan Wakil Ketua DPR RI ini, beberapa menteri tampak tidak banyak bicara, bahkan sudah jarang muncul di depan publik.
- Harga Pupuk Subsidi di Bone Tembus Rp110 Ribu, DPRD Sulsel Soroti Dugaan Permainan Distribusi
- Stadion Ganggawa Kembali Bergairah, Bupati Syaharuddin Alrif Resmi Buka Sidrap Cup 2026
- Pupuk Indonesia, Penyuluh dan Petani Klarifikasi Pemberitaan Soal HET dan Penjualan Paket di Bone
- Ancaman El Nino Mengintai, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Minta Direksi Definitif PDAM Segera Ditetapkan
- Dinkes Jeneponto Perkuat Koordinasi dan Sinergi Program Percepatan Penurunan Stunting 2026
“Menteri yang seharusnya banyak ngomong itu pendiam. Menteri pendidikan itu aja sekarang jadi pendiam. Menkes-nya saja sudah kabur,” ujarnya.
Ia juga menyebut nama Menko Polhukam Mahfud MD yang ikut-ikutan jadi menteri pendiam.
Padahal, kata Fahri, dirinya ingat Mahfud masih gemar berbicara di awal-awal menjabat sebagai menteri.
Selain Mahfud MD, Fahri Hamzah juga menyingung nama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang justru senang bicara untuk segala isu.
Ia pun memahami dengan adanya anggapan kalau menteri itu akan semakin baik kalau semakin tidak nampak.
Namun menurutnya, menteri tersebut harus memiliki juru bicara yang bisa menjelaskan kinerjanya kepada publik.
“Menterinya boleh tidak nampak, boleh tidak ngomong tapi dia harus punya jubir yang jelaskan kepada publik ini kita lagi ngapain,” ujar Fahri Hamzah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
