Terkini.id, Jakarta – Jubir Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Mallarangeng mengkritik Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi, khususnya soal persoalan Juru Bicara (Jubir) Presiden.
Andi Mallarangeng menilai bahwa di Pemerintahan Jokowi, terlalu banyak corong yang mengatasnamakan Presiden.
“Terlalu banyak corong yang mengatasnamakan Presiden sehingga kalau pesannya koheren masih mending. Tapi, kalau pesannya menjadi tidak koheren publik menjadi bingung,” katanya, dilansir dari VIVa, Jumat, 29 Oktober 2021.
Lebih lanjut, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat ini pun menyoroti sikap Jokowi saat ada menteri yang beda pandangan dalam menyampaikan pernyataan.
Ia mencontohkan soal polemik boleh atau tidak boleh mudik yang sempat jadi perhatian publik karena perbedaan pandangan antar-menteri.
- Andi Mallarangeng Dikabarkan Dukung Puan Maharani Maju Pilpres 2024, Denny Siregar: Ular Berbisa
- Ngaku Dukung Puan Maharani Jadi Capres, Andi Mallarangeng: Kan Bagus Satunya Perempuan!
- Singgung Koalisi Dengan PDIP di Masa Lampau, Andi Mallarangeng: Kalau Kami Tidak Setuju, Taufiq Kiemas Nggak Jadi Ketua MPR
- Demokrat Juluki SBY Bapak Demokrasi dan Bapak Pembebasan Utang IMF, Warganet: Bapak Hambalang yang Cocok
- Andi Mallarangeng Puji AHY, Chusnul: Koruptor yang Masih Dipelihara Cikeas karena Menjilatnya Luar Biasa
“Persoalannya kalau tidak ada jubir, lama-lama tuntutan publik untuk presiden bicara pasti akan ada karena tidak puas hanya dengan pejabat-pejabat yang mewakili siapa,” jelasnya.
Menurut Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era SBY ini, posisi jubir untuk Presiden sangat penting sebab jika Presiden bicara terus menerus, kemungkinan bisa salah.
Ia mengatakan bahwa seorang jubir Presiden itu mesti mendapat kepercayaan dan punya kemampuan untuk menjalankan.
Andi Mallarangeng lantas menyampaikan soal posisi Jubir di zaman SBY, di mana ia menjabat jubir Presiden untuk persoalan di dalam negeri dan Dino Patti Djalal untuk urusan luar negeri.
“Sehingga teman-teman wartawan, teman-teman, publik mau tahu apa yang menjadi kebijakan Presiden tentang satu hal jelas kepada siapa bertanya,” kata Andi Mallarangeng.
“Dan, kami siap selalu untuk menjelaskan. Kalau kami tidak tahu, kami bilang tidak tahu. Lalu tanya ke Presiden setelah itu kemudian menjelaskan kepada publik,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
