Terkini.id – Kudeta Myanmar benar-benar terjadi. Ini setelah pemimpin Myanmar Aun San Suu Kyi beserta Presiden dan sejumlah tokoh senior di negara itu ditangkap dan ditahan pada Senin 1 Februari 2021 pagi.
Televisi militer Myanmar, Senin 1 Februari 2021 mengatakan bahwa militer mengambil alih kontrol negara itu selama setahun.
Pengumuman itu disampaikan sementara berbagai laporan menyebutkan banyak tokoh politik senior termasuk Aung San Suu Kyi telah ditahan.
Seorang penyiar di stasiun TV militer Myawaddy menyampaikan pengumuman tersebut. Dia mengutip sebuah bagian dari konstitusi yang disusun militer yang memungkinkan militer mengambil alih dalam keadaan darurat nasional.
Penyiar itu mengatakan alasan pengambilalihan tersebut sebagian karena kegagalan pemerintah untuk bertindak terkait klaim-klaim oleh militer mengenai terjadinya kecurangan dalam pemilu November lalu.
- Seleksi Pimpinan BAZNAS Makassar Libatkan BAZNAS RI, Pemkot Pastikan Berjalan Objektif dan Transparan
- Satgas Ops Pekat Polres Jeneponto Tangkap Dua Pencuri Cengkeh, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu
- Dinsos Jeneponto Tak Tahu Menahu Dugaan Pemalsuan Dokumen, Pastikan tidak Terlibat Teknis Penyaluran BLT Kesea
- Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
- Munafri Lantik Pimpinan BAZNAS Makassar 2026--2031, Tekankan Akuntabilitas dan Pengelolaan Zakat Berbasis Data
Selain itu, pemerintah juga dikatakan gagal menangguhkan pemilu karena krisis virus corona.
Pengumuman itu dilakukan setelah kekhawatiran selama berhari-hari mengenai ancaman kudeta oleh militer, sesuatu yang dibantah oleh militer.
Sedianya parlemen yang baru akan memulai sesi pada Senin 1 Februari 2021.
Penahanan para politisi itu dan putusnya layanan komunikasi pada Senin, 1 Februari 2021 merupakan beberapa sinyal pertama yang mengisyaratkan bahwa perebutan kekuasaan sedang berlangsung.
Akses telepon dan internet ke Naypyitaw putus dan partai Liga Nasional bagi Demokrasi (NLD) tidak bisa dihubungi.
Media berita daring Irrawaddy melaporkan bahwa Suu Kyi, yang merupakan pemimpin de facto, dan presiden Win Myint ditahan pada Senin dini hari. Media itu mengutip Myo Nyunt, juru bicara NLD.
Irrawaddy melaporkan bahwa para anggota Komite Eksekutif Pusat NLD, sejumlah anggota parlemen dan anggota Kabinet regional juga telah ditahan. (Sumber suaracom dilansir dari VOA)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
