Kurangi Dampak Lingkungan Akibat Pertambangan, Tiga Mahasiswa Teknik Unhas Ciptakan ‘Model Dinamis’

Teknik Unhas
Kurangi Dampak Lingkungan Akibat Pertambangan, Tiga Mahasiswa Teknik Unhas Ciptakan 'Model Dinamis'

Terkini.id, Gowa – Pertambangan material konstruksi yang berada di Kabupaten Gowa merupakan salah satu pendapatan terbesar Kabupaten Gowa dan memberikan lapangan pekerjaan untuk masyaraka.

Namun dibalik itu, telah terjadi dampak lingkungan akibat proses penambangan, proses yang dimaksud diantaranya penggalian, produksi dan pengangkutan.

Penambangan banyak dilakukan di Sungai Jeneberang yang merupakan salah satu aliran sungai yang melalui Kabupaten Gowa dan memiliki luas 881 km² dengan panjang 90 km.

Di Sungai Jeneberang perusahaan pertambangan telah beroperasi 19 tahun lebih dan menjadi salah satu penunjang pembangunan, dan selama itu pula masyarakat sekitar merasakan dampak lingkungan, setelah turun langsung ke masyarakat sekitar.

Dapat diketahui bahwa dampak lingkungan yang terjadi ialah kurangnya air bersih, erosi sungai, terganggunya irigasi sawah, kerusakan jalan, polusi udara dan kebisingan.

Menarik untuk Anda:

Muncul rasa prihatin dan sedih mengetahui bahwa Sungai Jeneberang yang mencari sumber air melalui PDAM untuk masyarakat Kota Makasssar dan Kab. Gowa akan tetapi kebutuhan air bersih untuk masyarakat sekitar Sungai Jeneberang kurang terpenuhi.

Menyikapi hal itu, Tim penelitian Mahasiswa Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) yang beranggotakan 3 orang yakni Andi Arjan (Teknik Pertambangan, 2015), Arikah Nurhusna Afifah (Teknik Lingkungan, 2016) dan Yubelium Andrew Patila (Teknik Pertambangan, 2017) melakukan penelitian melalui Program Kreativitas Mahasiswa untuk mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh proses penambangan.

Tim yang dibimbing oleh Dr Aryanti Virtanti Anas ST MT ini berininsiatif mnugurangi dampak lingkungan tersebut dengan cara membuat model dinamis ekonomi lingkungan.

Penelitian tersebut bertujuan untuk memasukkan biaya lingkungan ke biaya proses penambangan, tanpa adanya kerugian terhadap perusahaan pertambangan material konstruksi sehingga perusahaan bersedia memperhatikan dampak lingkungan yang dapat terjadi.

“Penelitian ini merupakan salah satu langkah awal untuk mengubah opini masyarakat tentang pertambangan yang banyak merugikan masyarakat sekitar,” ujar salah satu Tim Peneliti, Andi Arjan, Sabtu, 15 Juni 2019.

Selain itu, kata dia, juga sebagai langkah agar perusahaan pertambangan material konstrksi maupun pertambangan jenis quarry, mineral dan batubara tak segan-segan memperhatikan lingkungan.

“Karena pada kenyataannya pertambangan sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi negara maupun daerah,” ungkapnya.

Penelitian ketiga mahasiswa Teknik Unhas berjudul “Modeling Parti”

Teknik Unhas
Tim dibimbing oleh Dr Aryanti Virtanti Anas ST MT

Program Kreativitas Mahasiswa Kemenristek Dikti merupakan program untuk Mahasiswa Indonesia menunjukkan kreativitasnya, melalui program ini.

Tiga mahasiswa dari Fakultas Teknik Unhas ini diberi dana hibah untuk melaksanakan penelitian yang berjudul “Modeling Parti” (Model Dinamis Ekonomi Lingkungan Pertambangan Material Konstruksi) Gowa, Sulawesi Selatan.

Penelitian ini telah berlangsung selama 3 bulan dan telah sampai pada tahap pembuatan Model Dinamis. Hasil penelitian nantinya juga akan dipublikasikan pada jurnal internasional.

“Harapan kami agar hasil penelitiannya dapat diketahui oleh masyarakat luas,” ujar Arjan.

Pihaknya juga berharap dapat melaju ke Pimnas 32 (Pekan Ilmiah Nasional) di Bali mendatang, agar hasil penelitian ini dapat lebih terpublikasikan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementerian Pertanian

Gelar Webinar, Pendidikan Akuntansi UNM Kembangkan Minat Wirausaha Mahasiswa

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar