Lahan di Dumai Sengaja Dibakar, Polisi Tangkap Satu Pelaku

Terkini.id, Pekanbaru – Kebakaran lahan di daerah Dumai, membuat polisi turun tangan. Peristiwa kebakaran lahan tersebut bisa terjadi karena diduga sengaja dibakar.

Polres Dumai kini telah menangkap satu orang pelaku yang diduga sengaja membakar lahan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Awaludin Syam mengatakan, pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh pihak penyidik.

Awaludin mengungkapkan, pelaku berinisial SU (51) tersebut diketahui adalah seorang buruh harian lepas, dan ditangkap pada Minggu 24 Februari 2019 sekira pukul 10.00 WIB.

“Tersangka ditangkap saat membersihkan lahannya dengan cara diduga sengaja dibakar di Jalan Keluarga, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Luas lahan yang terbakar sekitar lima hektar, yang sekarang masih terbakar,” terang Awaludin seperti dilansir dari kompas.

Menarik untuk Anda:

Awaludin mengungkapkan, penangkapan berawal saat sejumlah petugas kepolisian sedang melakukan patroli untuk antisipasi karhutla di wilayah Kecamatan Dumai Timur.

Sesampainya di Jalan Keluarga, Kelurahan Batrem, petugas melihat seorang laki-laki yang sedang mencangkul di lahannya.

“Di sekitar lokasi tersangka bekerja, ada lahan terbakar, termasuk perunan di bawah batang Sawit yang sedang terbakar,” ujar Awaludin.

Setelah dimintai keterangan, terang dia, tersangka mengakui telah membakar lahan dengan alasan membersihkan lahan dari semak maupun pelepah sawit.

“Selain lahan terlapor, lahan yang ada di sekitarnya juga ikut terbakar. Sehingga pelaku langsung diamankan,” jelas Awaludin.

Awaludin mengatakan, pelaku ditangkap dengan barang bukti mancis, kayu sisa pembakaran, batang pelepah sawit yang terbakar, bekas sarang telur dan plastik berisi rumput kering bekas perunan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pertahankan Zona Hijau, Gubernur ini Bocorkan Rahasianya

Djoko Tjandra Ditangkap Polisi Malaysia, Jokowi Perintahkan Jemput

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar