Kementerian Pertanian telah memberikan perhatian besar kepada pengembangan petani milenial dengan harapan dapat mempercepat penciptaan regenerasi petani.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, agar lebih prospektif dan berpeluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga dibutuhkan petani-petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan pertanian.
Peran alsintan dalam pengembangan pertanian saat ini merupakan hal penting menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern. Teknologi mekanisasi harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, akan tetapi kesejahteraan petani.
Peran strategis mekanisasi pertanian melalui alsintan adalah proses menjadi lebih cepat. Dengan mekanisasi, kita dapat melaksanakan pengolahan lahan, panen, dan pascapanen dengan cepat.
Sejak masuknya era Revolusi Industri 4.0, Kementerian Pertanian melakukan terobosan dalam meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda.
- Reses Kedua, Anggota DPRD Makassar William Serap Aspirasi Warga Kecamatan Tallo
- Asmo Sulsel dan Polres Gowa Edukasi Safety Riding bagi Siswa SMAN 20 Gowa
- Cetak SDM Pertanian Profesional, Polbangtan Kementan Monitoring Mahasiswa Magang di Batu Malang
- BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan RI Kompak Tingkatkan Perlindungan Pekerja Rentan di Sulawesi-Maluku
- Polbangtan Kementan, Dorong Generasi Muda, Bangun Startup Pertanian dan Peternakan Kompetitif
Menindaklanjuti pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan karena menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Sehingga mampu membantu menyediakan pangan bagi masyarakat.
“Dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” tegas Dedi.
Meski di tengah maraknya kasus Covid-19, mahasiswa Polbangtan tetap melakukan kegiatan pertanian. Salah satunya adalah Ismah Tri Patuh, mahasiswa Program Studi Budidaya Tanaman Hortikultura sebagai generasi muda pertanian, menunjukkan kreativitasnya bersama masyarakat disaat Learning From Home diberlakukan karena pandemi Covid-19.
Apa yang dilakukan Ismah, juga sesuai arahan Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi terkait pendampingan mahasiswa ditengah Pandemic Covid-19. Jumat Sore, 15 Mei 2020, Ismah bersama Kelompok Tani Hati Mulia, Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, melakukan pengolahan laan sawa menggunakan traktor roda 4.
Kegiatan ini terjadi karena sesuai arahan kementerian pertanian untuk seluruh mahasiswa Polbangtan terutama di Polbangatan Gowa agar ikut serta dalam mengawal petani untuk memenuhi kebutuhan Pangan Pertanian agar tetap tersedia selama masa pandemi Covid-19,” ungkap Ismah.
Kegiatan pengolahan sawah ini dilakukan untuk mambawa tanah bagian dalam yang subur ke permukaan, pembajakan ini dikerjakan dengan menggunakan mesin traktor modern untuk mempermudah petani dalam melakukan pembajakan sawah terutama areal sawah yang cukup luas untuk di olah.
Sesuai arahan Mentan SYL, bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi global Covid-19.
“Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
