Sosialisasi dan pelatihan IT, E-RDKK, CPCL dan aplikasi pelaporan dan program utama Kementrian pertanian dalam rangka program BPP model wilayah kordinasi Polbangtan Gowa di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat.
Sebanyak 16 penyuluh dari 8 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), siap mendukung dan mengirimkan data laporan utama Kostratani yang di selenggarakan di Kantor BPP Banggae Timur, kelurahan Labuang Utara, Kabupaten Majene, Kamis (10/9/2020).
Sosialisasi tersebut dihadiri berbagai unsur terkait, terdiri dari kepala dinas pertanian Burham MM, Kepala BPP, dan para penyuluh, Operator.
Burham MM sedikit menambahkan bahwa salah satu program pertanian jangka pendek saat ini adalah membangun Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratan) dari pusat hingga tingkat kecamatan.
” Kostratani menjadi penting sebab fokus pembangunan pertanian saat ini ada di tingkat kecamatan dan dibutuhkan komitmen dan keterlibatan masyarakat bersama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dalam pembangunan pertanian “, ungkapnya
- Wali Kota Makassar Apresiasi Polisi Berantas Geng Motor, Pos Kamling Akan Diaktifkan
- Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bentuk Komcad ASN, Wamenhan: Langkah Gubernur Andi Sudirman Patut Diapresiasi
- Komisi D DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Lunasi Sisa Pembayaran Lahan Stadion Sudiang
- Pemkot Bersama Nusantara--RAPPO Perkuat Kolaborasi Makassar Bersih
- Pemkot Makassar Siapkan PLTSa Rp3 Triliun untuk Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan perubahan strategi memang harus dilakukan untuk memperkuat Kostratani.
“Kondisi Covid-19 membuat kita harus mengubah strategi untuk kegiatan pertanian, termasuk membuat strategi baru untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Perubahan ini membuat kita dipaksa menjalankan pelatihan dan penyuluhan secara digital. Dan semua kita tempuh agar pelatihan dan penyuluhan terus berlangsung, sehingga pertanian juga terus terjaga,” katanya
Strategi tersebut ditegaskan kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Menurut Dedi Nursyamsi, sejak awal tahun 2020 Kementan gencar mempromosikan Kostratani.
“Bahkan Kementan sudah mengalokasikan anggaran untuk mendukung aktivitas dan pembangunan di Kostratani. Namun, pandemi Covid-19 membuat seluruh alokasi dana digunakan untuk pencegahan. Termasuk dana untuk Kostratani,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
