Langkah Akhir di Ujung Masa Jabatan: Danny Pomanto Hadapi Sabotase Politik?

Langkah Akhir di Ujung Masa Jabatan: Danny Pomanto Hadapi Sabotase Politik?

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Selama dua bulan cuti kampanye, Makassar dipimpin oleh pejabat sementara (Pjs) wali kota. Danny tidak menutup rasa frustrasinya terhadap kinerja Pjs tersebut. Menurutnya, tidak ada progres signifikan yang terjadi selama masa cutinya. Beberapa program strategis yang telah direncanakan justru terhenti.

“Dua bulan tidak ada jalan sama sekali. Saya lihat ada unsur politiknya, ini sabotase,” ujar Danny, menyiratkan ketidakpuasan.

Menurutnya, kondisi kota selama ia tidak menjabat penuh dengan tanda tanya besar: dari manajemen sampah yang terbengkalai hingga proyek-proyek besar yang mandek.

Situasi ini, klaim Danny, berakibat pada pembengkakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Pemkot Makassar yang diprediksi akan menembus angka lebih dari Rp1 triliun pada akhir tahun 2024. Banyak anggaran untuk proyek besar yang tidak terserap.

“Besar sekali, bisa lebih dari Rp1 triliun. Sengaja tidak dikasih jalan. Inilah hasilnya,” ungkap Danny.

Baca Juga

Salah satu contoh nyata dari stagnasi ini adalah persoalan sampah yang tidak terurus.

“Sampah-sampah tidak diangkat, motor sampah rusak semua,” keluhnya.

Danny menuding bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh kelalaian pihak pengelola.

Program Prioritas yang Terhenti

Tahun 2024 menjadi tahun penuh tantangan bagi Pemkot Makassar, di mana sejumlah program prioritas tidak dapat dijalankan sesuai rencana. Tiga program utama yang dipastikan tidak terealisasi tahun ini adalah pemasangan panel surya di sekolah-sekolah, pengadaan akses jalan menuju Stadion Sudiang, dan pengadaan 1.000 mobil sampah listrik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.