Terkini.id, Jakarta – Virus corona memang belum ada obatnya. Namun, belajar dari pengalaman-pengalaman para pasien sembuh, kita bisa ‘melawan’ virus ini dengan menjaga kekebalan tubuh.
Nah, di Ramadan ini, tantangan tentu lebih besar karena dengan berpuasa menahan lapar dan dahaga, kita juga harus siap menghadapi ancaman penyebaran virus tersebut.
Muncul pertanyaan, apakah dengan tidak makan dan tidak minum imunitas tubuh atau kekebalan tubuh kita bakal tetap terjaga?
Menurut Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada R. Dwi Budiningsari, menjalankan ibadah puasa mampu meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh. Dia menambahkan belum ada penelitian yang mengatakan berpuasa mampu meningkatkan risiko tertular COVID-19.
“Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa meningkatkan resiko terinfeksi COVID-19,” kata Dwi dikutip dari liputan6.
- Dugaan Pungli 20 Persen di Puskesmas Tarowang Terungkap Lebih Jelas, No Rek Pengumpul Dana Tercium
- BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Makassar, Tawarkan Ragam Promo Hunian, Kendaraan, hingga Liburan Impian
- Jalan Lingkar Unhas Masuki Tahap Betonisasi, Gubernur Sulsel: Demi Kelancaran Mobilitas Warga
- Asmo Sulsel Perluas Roadshow in Cafe, Dekatkan Beragam Motor Honda ke Masyarakat di Berbagai Kota
- Rappo Indonesia Gelar 'Beyond The Waste', Libatkan 115 Relawan Tanam 500 Mangrove di Untia di Momen HUT Ke-6
Berpuasa Dapat Memperbaiki Sel-Sel yang Rusak
Dwi meyakini kalau puasa dapat memperbaiki jaringan sel-sel yang rusak. Selain itu, puasa selama 30 hari dapat merangsang pembentukan sel-sel darah putih yang baru. Hal inilah yang kemudian dapat menumbuhkan sistem kekebalan tubuh.
Kondisi dengan sistem kekebalan tubuh yang telah diregenerasi akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.
Pentingnya Asupan Gizi
Menurut Dwi, kekebalan tubuh itu dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas dari asupan gizi. Orang yang mengalami kekurangan gizi akan rentan tertular Virus Corona. Sementara orang yang bergizi baik berpotensi besar memiliki kemampuan untuk memusnahkan virus tersebut.
Dwi menambahkan bahwa secara umum ada tiga fungsi asupan gizi yang digunakan oleh tubuh manusia. Pertama, sebagai sumber energi yang menjadi sumber prioritas utama dalam tubuh. Kedua, sebagai pengatur agar tubuh tetap sehat dan bugar, yang di dalamnya juga mengatur kekebalan tubuh.
Dan yang ketiga, sebagai penggerak pertumbuhan yang akan berlangsung apabila fungsi pertama dan kedua telah terpenuhi.
Mengeluarkan Racun dan Mengurangi Massa Lemak
Tak hanya meningkatkan imunitas, menurut Dwi, puasa juga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh, seperti zat-zat adiktif dalam makanan seperti pengawet dan pewarna makanan.
Selain itu, puasa juga dapat mengurangi massa lemak tubuh berlebih yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Hal itu dikarenakan lemak yang berlebih dapat menyebabkan peradangan organ tubuh. Peradangan itulah yang dapat memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.
“Kalau yang kelebihan lemak bisa menurunkan berat badan, maka dia juga dapat memperbaiki imunitasnya,” kata Dwi, Jum’at 24 April 2020.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.