LAZ Hadji Kalla Hadirkan Sekolah Aman Bencana Sebagai Langkah Preventif di Kabupaten Gowa dan Sinjai
Terkini, Sulsel – Yayasan Hadji Kalla melalui LAZ Hadji Kalla sukses menggelar program pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana, baik bagi para murid maupun guru, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana.
Program Kegiatan ini dilaksanakan di kabupaten Gowa dan Sinjai pada 20 Oktober 2024 yang menjadi bagian program mitigasi bencana di tahun 2024 .
Pelatihan SPAB yang diadakan bekerja sama dengan Yayasan INANTA, organisasi yang telah tersertifikasi dalam memberikanberpengalaman memberikan pelatihan ketahanan komunitas, melibatkan Madrasah Zulfaqar dan SMP Negeri 24 Sinjai di kecamatan Pulau Sembilan, kabupaten Sinjai.
Serta satu sekolah Madrasah Uminda di desa Tanakaraeng, kabupaten Gowa. Kegiatan ini mencakup materi dasar SPAB di kelas serta simulasi evakuasi bencana, yang diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta, yang juga menjadi momen dilahirkannya dokumen SPAB yang bisa menjadi standarisasi dan panduan dalam tanggap kebencanaan.
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
- TKIT Nurul Uswah Tandutedong Lepas 51 Anak Didik, Bupati Minta Anak Sidrap Berani Berkompetisi
- 35 Struktur Kepengurusan DPW PPP Sulsel Akan Dilantik pada 20 Juni 2026, Diisi banyak Generasi Milenial dan Gen Z
- Korban Terseret Arus Sungai Rongkong di Luwu Utara Ditemukan Meninggal Dunia
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Tengah Aman Pasca Gempa Magnitudo 6,7
Sapril Akhmady, Program Manager Humanity & Environment LAZ Hadji Kalla, menjelaskan bahwa kedua lokasi ini dipilih melalui proses screening yang telah dilakukan oleh tim INANTA berdasarkan kriteria lokasi dan kondisi.
“Pelatihan ini merupakan langkah penting untuk membekali masyarakat dan sekolah-sekolah di wilayah rawan bencana dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi potensi bencana.
Kami berharap, setelah pelatihan ini setiap sekolah memiliki dokumen SPAB yang bisa menjadi pedoman untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di masa depan,” ujarnya.
Pelatihan ini juga melibatkan PMI dan BPBD setempat, yang memberikan materi dan pengalaman langsung kepada peserta melalui simulasi bencana yang melibatkan murid dan guru.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti simulasi, yang menggambarkan skenario darurat secara nyata.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
