LAZ Hadji Kalla Hadirkan Sekolah Aman Bencana Sebagai Langkah Preventif di Kabupaten Gowa dan Sinjai
Terkini, Sulsel – Yayasan Hadji Kalla melalui LAZ Hadji Kalla sukses menggelar program pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana, baik bagi para murid maupun guru, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana.
Program Kegiatan ini dilaksanakan di kabupaten Gowa dan Sinjai pada 20 Oktober 2024 yang menjadi bagian program mitigasi bencana di tahun 2024 .
Pelatihan SPAB yang diadakan bekerja sama dengan Yayasan INANTA, organisasi yang telah tersertifikasi dalam memberikanberpengalaman memberikan pelatihan ketahanan komunitas, melibatkan Madrasah Zulfaqar dan SMP Negeri 24 Sinjai di kecamatan Pulau Sembilan, kabupaten Sinjai.
Serta satu sekolah Madrasah Uminda di desa Tanakaraeng, kabupaten Gowa. Kegiatan ini mencakup materi dasar SPAB di kelas serta simulasi evakuasi bencana, yang diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta, yang juga menjadi momen dilahirkannya dokumen SPAB yang bisa menjadi standarisasi dan panduan dalam tanggap kebencanaan.
- Putri Dakka Selangkah Lagi Jadi Anggota DPR RI, Gantikan Rusdi Masse
- Hari Pertama Sekolah di Bulukumba, Andi Utta Ingatkan Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual
- Gebyar Musik Puncak Bergembira 2026 Siap Semarakkan HUT ke-15 Taman Wisata Puncak Bila Sidrap
- Munafri Arifuddin Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS 2026 di Makassar Berjalan Lancar
- Sutra Gowa Curi Perhatian di HUT Dekranas 2026, Wastra Sutra Dipakai Mendagri Tito Karnavian
Sapril Akhmady, Program Manager Humanity & Environment LAZ Hadji Kalla, menjelaskan bahwa kedua lokasi ini dipilih melalui proses screening yang telah dilakukan oleh tim INANTA berdasarkan kriteria lokasi dan kondisi.
“Pelatihan ini merupakan langkah penting untuk membekali masyarakat dan sekolah-sekolah di wilayah rawan bencana dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi potensi bencana.
Kami berharap, setelah pelatihan ini setiap sekolah memiliki dokumen SPAB yang bisa menjadi pedoman untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di masa depan,” ujarnya.
Pelatihan ini juga melibatkan PMI dan BPBD setempat, yang memberikan materi dan pengalaman langsung kepada peserta melalui simulasi bencana yang melibatkan murid dan guru.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti simulasi, yang menggambarkan skenario darurat secara nyata.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
