Terkini, Bulukumba – Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar seremoni Hari Pertama Masuk Sekolah secara serentak di 295 satuan pendidikan, Senin (13/7/2026).
Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan sekolah yang aman, ramah anak, serta bebas dari perundungan dan segala bentuk kekerasan.
Seremoni dilaksanakan di seluruh sekolah dengan menghadirkan pejabat pemerintah daerah sebagai pembina upacara yang membacakan amanat seragam Bupati Bulukumba. Andi Muchtar Ali Yusuf atau yang akrab disapa Andi Utta memimpin upacara di SMA Negeri 1 Bulukumba, sedangkan Wakil Bupati Andi Edy Manaf bertindak sebagai pembina upacara di SMA Negeri 8 Bulukumba.
Dalam amanatnya, Andi Utta mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang memulai tahun ajaran baru.
Ia mengajak siswa menjadikan hari pertama sekolah sebagai awal membangun semangat belajar, karakter, disiplin, serta budaya saling menghormati.
- Putri Dakka Selangkah Lagi Jadi Anggota DPR RI, Gantikan Rusdi Masse
- Gebyar Musik Puncak Bergembira 2026 Siap Semarakkan HUT ke-15 Taman Wisata Puncak Bila Sidrap
- Munafri Arifuddin Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS 2026 di Makassar Berjalan Lancar
- Sutra Gowa Curi Perhatian di HUT Dekranas 2026, Wastra Sutra Dipakai Mendagri Tito Karnavian
- Produk UMKM Bulukumba Dipuji, Stand Dekranasda Dikunjungi Mendagri Tito Karnavian
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak,” ujar Andi Utta.
Bupati memberikan perhatian khusus terhadap meningkatnya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan maupun melalui media sosial.
Menurutnya, kekerasan dalam bentuk fisik, verbal, maupun digital dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis dan masa depan anak.
Ia menyebut dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa trauma dan hilangnya rasa percaya diri, tetapi juga dapat menurunkan prestasi belajar hingga menyebabkan peserta didik putus sekolah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap seluruh bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
