Lewat Program Eduperience, Le Cendekia Gowa Mengabdi di Desa

Lewat Program Eduperience, Le Cendekia Gowa Mengabdi di Desa

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Gowa – Sejak hampir 2 tahun pandemi Covid-19 melanda negeri dan dunia, sejak itu pula Sekolah Alam Le Cendekia Gowa bersabar untuk tidak melaksanakan program unggulan tahunannya yakni “Eduperience” yang seyogyanya sudah berlangsung sejak tahun 2018, 2019 lalu rehat di tahun 2020 karena kondisi pandemi.

Tahun ini, program tersebut bisa kembali terlaksana program Eduperience Vol.3 di Dusun Balocci, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, 6-9 Desember 2021. 

Eduperience adalah gabungan dari dua suku kata ‘Education’ dan ‘Experience’. Program ini diusung sebagai wujud pengabdian siswa-siswi Le Cendekia bersama para pendidiknya untuk datang ke sebuah Desa yang serba terbatas dari segi akses internet, listrik, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

Para peserta pun diharapkan mampu untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya selama 4 hari dititipkan di rumah orang tua asuh.

Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang anak lalu kemudian beraktifitas bersama layaknya anak kandung untuk bisa ikut ke sawah, ke kebun, ke kandang ayam, mengambil rumput gajah lalu memberi makan sapi, memberi makan ikan lele, mencabut rumput di halaman, membersihkan rumah, membantu berjualan, memasak, mencuci piring, aksi bersih-bersih masjid, games bersama siswa SD, dan masih banyak lagi aktifitas tambahan lainnya di sela aktifitas bersama orang tua asuh.

Baca Juga

Pada Eduperience kali ini cukup banyak aktifitas program edukasi yang peserta dapatkan selain beraktifitas di rumah orang tua asuh, antara lain sesi edukasi ‘science and technology’ dengan mengenalkan serta uji praktik langsung proses pengolahan ‘Biogas dari Kotoran Sapi’ menjadi energi terbarukan sebagai sumber gas memasak di rumah-rumah warga.

Sesi tersebut dipandu langsung oleh salah seorang Dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unhas, Asriadi Sakka ST., M.Eng yang juga pengampu Mata Kuliah Bio-Energi.

“Proses Aplikasi keilmuan Energi Baru dan Terbarukan ini sangat sejalan dengan program edukasi yang siswa/i Le Cendekia harapkan,” ujarnya, Kamis 9 Desember 2021.

Mereka, kata Asriadi, belajar langsung di sebuah program binaan Pemprov Sulsel sebagai ‘Desa Mandiri Energi’ di kisaran tahun 2014-2018 yang lalu.

Hingga kini, dari total 55 Reaktor biogas yang tersebar di 55 rumah warga, tersisa sekitar 30% saja yang aktif memakai biogas tersebut untuk keperluan memasak sehari-hari.

Hal itu dikarenakan mulai berkurangnya kuantitas kotoran sapi di beberapa rumah warga yang sudah tidak memelihara sapi seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Pada akhir masa mengabdi tepatnya hari ke-4, panitia membuka kesempatan berdonasi di Masjid Babul Khaer, Dusun Balocci.

“Masjid tersebut dalam proses renovasi namun sedikit terhambat penyelesaian salah satunya karena biaya pembangunan,” ujar imam dusun setempat.

Meski donasi yang terkumpul tidak banyak, namun edukasi yang ingin sekolah Le Cendekia tumbuhkan lebih ke kepedulian terhadap lingkungan, sesama, juga bagian dari ibadah melalui pintu sedekah, sebagai bekal dan amal jariyah peserta didik, pendidik, tim, yayasan dan keluarga besar Le Cendekia. 

Sebelum pulang ke asrama Le Cendekia, Pakkatto Gowa, setiap kelompok peserta berpamitan kepada orang tua asuh mereka sekaligus memberikan kenang-kenangan untuknya.

“Semoga Eduperience Vol.4 Tahun 2022 mendatang Sekolah Alam Le Cendekia Gowa mampu menghadirkannya kembali di Desa lainnya yang tak kalah menariknya untuk peserta didik jelajahi. Amin,” pungkasnya.

Citizen Reporter : Asdi

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.