Di Balik Terangnya Stadion dan Sorak Kemenangan PSM di GBH, Ada Kesigapan Petugas Menjaga Listrik Tanpa Kedip

Di Balik Terangnya Stadion dan Sorak Kemenangan PSM di GBH, Ada Kesigapan Petugas Menjaga Listrik Tanpa Kedip

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini, Parepare – Di tengah gegap gempita ribuan penonton yang memadati Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), di bawah sorotan lampu yang terang benderang dan dentuman yel-yel ‘Ewako!’, ada sekelompok orang yang bekerja dengan selalu siap siaga memastikan pertandingan besar PSM Makassar berlangsung tanpa gangguan.

Mereka adalah puluhan personel PLN, yang sejak pagi hingga peluit akhir berbunyi, berdiri di balik layar untuk menjaga satu hal penting: listrik tanpa kedip.

Lebih dari 6.000 pasang mata menyaksikan big match itu. Namun tak banyak yang tahu, di balik cahaya megah stadion dan layar LED raksasa yang menayangkan skor, ada tim PLN yang memastikan setiap detik pertandingan berjalan sempurna, tanpa gangguan daya, tanpa redup sedikit pun.

Panitia pelaksana pertandingan, Azis Djarre, mengaku lega dan terharu saat menyelesaikan tugasnya dan melihat semua berjalan lancar.

“Terima kasih kepada PLN, pasokan listrik selama persiapan hingga pertandingan sangat stabil. Ini menunjukkan profesionalitas luar biasa. Kami optimis laga-laga berikutnya bisa lebih sukses,” ujarnya.

Baca Juga

Komitmen Perusahaan untuk Sepak Bola dan Ekonomi Lokal

Di tengah riuhnya sorakan suporter, Edyansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar, ikut hadir meninjau langsung kesiapan tim PLN di lokasi. Ia menyebut dukungan PLN untuk laga kandang PSM Makassar bukan hanya soal listrik, tapi juga soal kebanggaan daerah dan semangat membangun ekonomi rakyat.

“Kami bangga bisa menjaga keandalan pasokan listrik untuk tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Tapi lebih dari itu, kami ingin setiap pertandingan PSM juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tutur Edyansyah.

Ia menambahkan, setiap pertandingan di Stadion BJ Habibie menciptakan efek domino positif — dari pedagang kaki lima, penjual minuman, hingga sopir ojek dan pelaku UMKM.

“Listrik yang stabil bukan hanya menyalakan lampu stadion, tapi juga menghidupkan roda ekonomi Parepare. PLN akan terus menjaga semangat itu agar masyarakat turut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Bekerja Keras demi Listrik Tanpa Kedip

Di balik layar, Agung Pratomo, Manager PLN UP3 Parepare, memimpin langsung tim yang bertugas di lapangan. Ia menjelaskan bahwa total daya listrik yang menopang stadion saat pertandingan mencapai 232,8 kiloVolt Ampere (kVA).

Untuk menjaga pasokan tetap prima, PLN menyiagakan 50 personel lengkap dengan 4 unit genset berkapasitas 760 kVA dan 3 unit UPS berkapasitas 290 kVA — semua siap bekerja jika terjadi gangguan sekecil apa pun.

“Kami bersyukur semua berjalan lancar. Ini hasil kerja keras dan kolaborasi dari banyak pihak. Setiap orang punya peran — dari petugas teknis hingga masyarakat yang menjaga kondusifitas. Bersama, kita sukseskan laga ini dengan aman, terang, dan penuh semangat kebersamaan,” kata Agung menutup.

Energi yang Menyalakan Harapan

Cahaya yang menerangi Stadion BJ Habibie malam itu bukan sekadar kilatan lampu sorot. Ia adalah simbol dari komitmen PLN menjaga semangat olahraga, kebersamaan, dan ekonomi daerah.
Sebab bagi PLN, setiap cahaya yang menyala bukan hanya tentang listrik — tetapi tentang menyalakan semangat dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.