Terkini.id, Jakarta – Permintaan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang bisa dibilang secara mendadak kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang tanda tanya.
Ya, diketahui orang nomor satu di Indonesia itu mendorong PBNU agar membawa pulang satu orang anak bangsa, Ainun Najib, dari Singapura.
Ia bahkan mengatakan bahwa kiai NU harus turun tangan agar praktisi teknologi itu mau kembali pulang ke Tanah Air.
Adapun hal itu disampaikannya saat hadir langsung di acara pengukuhan Pengurus Besar dan Hari Lahir ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Awalnya, Presiden Jokowi mengatakan Nahdlatul Ulama banyak berkontribusi di dalam negeri dan luar negeri.
- Penetapan 1 Ramadhan Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda, Ainun Najib : Hisabnya Muhammadiyah Memang Lain Daripada yang Lain
- IKN Baru Tuai Penolakan, Ruhut Sitompul: Jangan Coba-Coba Bikin Gaduh dengan Alasan Demokrasi Merdeka!
- Perempuan Salat di Kereta Dinyinyiri, Ainun Najib: Yang Sempit Ruang Toleransimu hingga Terlalu Mudah Terusik
- Ainun Najib Singgung Lockdown, Eko Kuntadhi: Om Agen Singapura Yah?
- PKS Tolak Wacana Presiden 3 Periode, Ainun Najib: Biasanya yang Ditolak PKS Lebih Sering Kejadian
Bahkan, organisasi masyarakat berbasis keagamaan ini memiliki talenta muda yang tersebar dalam beragam profesi dan ini dibutuhkan untuk menggulirkan agenda strategis nasional.
“NU merupakan potensi bangsa yang sangat besar,” buka Presiden Jokowi, dikutip terkini.id dari kanal YouTube Sekretariat Presiden via Voi pada Senin, 31 Januari 2022.
“Talenta-talenta muda hebat di NU juga semakin banyak jumlahnya yang tersebar dalam beragam profesi,” sambungnya.
“Jika jaringan ini digerakkan, dikonsolidasikan untuk mengulirkan agenda agenda strategis nasional, ini akan menjadi kekuatan besar yang sangat potensial untuk mempercepat menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dan kemanusiaan.”
Eks Gubernur DKI Jakarta itu pu membayangkan NU ke depannya akan memiliki database jamaahnya secara lengkap dengan bantuan teknologi digital, bahkan menggunakan block chain maupun artificial intelijen.
Selain itu, Presiden Jokowi menyebut sangat mungkin NU memiliki marketplace sendiri hingga memiliki platform edutech hingga platform lainnya yang memfasilitasi jutaan santri.
Hal tersebut, sambungnya, sangat mungkin terjadi karena NU memiliki sumber daya manusia (SDM) yang baik dan paham soal ini.
Nah, diketahui bahwa salah satu contoh SDM andal itu adalah Ainun Najib yang kini tengah bekerja di Singapura.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa Ainun bisa mengerjakan banyak hal sehingga harus dipulang ke Indonesia untuk mengembangkan teknologi di Tanah Air, termasuk di lingkungan NU.
“Beliau ini kerja di Singapura sudah lama. Tujuh tahun yang lalu saya ketemu, ngerjain ini semuanya apa pun bisa. Masih muda sekali, namanya Mas Ainun Najib. NU.”
Presiden Jokowi meyakini Ainun tentu digaji sangat tinggi di Singapura. Namun, ia yakin Ainun mau pulang ke Tanah Air jika kiai dari NU berbicara dengannya.
“Di sana gajinya sangat tinggi sekali. Jadi, kalau diajak di sini harus bisa menggaji lebih gede dari yang di Singapura. Ini tugasnya nanti Pak Kiai. Kalau beliau yang ngendiko, digaji berapa pun, bismillah pasti mau.”
Lebih lanjut, Jokowi meminta NU memberikan ruang bagi milenial untuk mengambil peran sentral. Apalagi, generasi milenial NU sudah banyak bergerak di banyak bidang.
“Kita perlu memberikan ruang yang lebih besar kepada warga NU dari generasi milenial, dari generasi Gen Z, untuk tampil dan mengambil peran sentral dalam perkembangan Indonesia yang baru,” ungkap Presiden Jokowi.
“Kaum muda NU yang aktif di kreatif industri di fashion designer di grafik Designer dan lain-lain, kaum muda NU yang IT specialist, programer, IT security expert web developer dan lain-lain, banyak sekali, ini yang harus diambil dan dimanfaatkan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
