Luhut: Jangan Berdalih HAM atau Kebebasan Berekspresi yang Membuat Orang Lain Jadi Susah

Luhut: Jangan Berdalih HAM atau Kebebasan Berekspresi yang Membuat Orang Lain Jadi Susah

R
Resty

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan semua pihak untuk tidak sembarangan dalam mengeluarkan pernyataan.

Luhut nilai seseorang tidak boleh menggunakan dalih Hak Asasi Manusia (HAM), dalam hal ini kebebasan berekspresi, namun justru menyusahkan orang lain.

“Ini saya kira penting. Jadi, pembelajaran untuk semua jangan sembarang ngomong,” ujarnya pada Senin, 27 September 2021, dilansir dari JPNN.

“Jangan berdalih hak asasi manusia atau kebebasan berekspresi yang membuat orang lain jadi susah, tidak boleh begitu,” tambahnya.

Luhut menyatakan hal itu usai merampungkan klarifikasi oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan pencemaran nama baik dirinya oleh Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

Baca Juga

Ia mengingatkan semua pihak untuk tak hanya menggunakan dalih hak asasi terhadap orang yang membicaran seseorang.

Sebab, kata Luhut, orang dibicarakan juga memiliki hak asasi.

“Jadi, saya juga tidak ingin anak cucu saya merasa bahwa saya sebagai orang tua, kakek, membuat kecurangan di Papua yang saya tidak pernah lakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, luhut mengatakan dirinya akan mengikuti proses hukum kasus ini hingga selesai demi menjaga nama baiknya.

Ia juga sekali lagi mengingatkan kepada semua pihak untuk jangan sekali-kali berlindung di balik hak asasi atau kebebasan berekspresi saat mencederai orang.

“Saya tidak akan berhenti, saya ulangi, saya tidak akan berhenti saya membuktikan bahwa saya benar,” tegas Luhut.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan pendiri Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti lantaran unggahan video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ yang diunggah di akun Youtube Haris Azhar.

Video tersebut membahas laporan sejumlah organisasi, termasuk KontraS, tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya, Papua.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.