Mahasiswa FIKP Unhas Temukan Cara Minimalisir Kasus Keracunan Kerang Hijau

Kerang Hijau
Mahasiswa FIKP Unhas Temukan Cara Minimalisir Kasus Keracunan Kerang Hijau. (Foto: istimewa)

Terkini.id – Kerang Hijau merupakan salah satu kerang yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Namun, Kerang hijau merupakan hewan yang memiliki pergerakan yang sangat minimal (sedentary animal) dan cara makannya ialah menyaring partikel-partikel yang ada didalam air sehingga kerang hijau dapat bertahan hidup di daerah yang tercemar.

Bahkan hewan ini mampu mengakumulasikan bahan pencemar didalam tubuhnya termasuk logam berat. Apabila dikonsumsi, maka akan menyebabkan terjadinya keracunan.

Melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas pun berinisiatif untuk meneliti pengaruh perendaman daging kerang hijau dalam bubur rumput laut sebagai upaya mengurangi kandungan logam dalam daging kerang hijau agar aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Dalam penelitian tersebut, tim PKM ini menemukan sumber bahwa rumput laut dapat menyerap kandungan logam yang ada di perairan.

Sebenarnya pengurangan logam pada kerang hijau ini sudah diteliti oleh Chotimah dan Romadhon (2016) menggunakan larutan alginat, namun hal tersebut kurang efektif diterapkan di masyarakat karena alginat merupakan produk olahan dari rumput laut. Sehingga membutuhkan waktu pengolahan yang lebih lama.

Maka timbullah inisiatif dari tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan ini untuk mengurangi kadar logam dengan bubur rumput laut karena tidak membutuhkan pengolahan yang lama sehingga masyarakat dapat mengurangi peluang terjadinya keracunan kerang hijau.

Tiga Mahasiswa tersebut tergabung dalam tim PKM-PE  yang masing-masing berasal dari program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Nur Asmi Kama dan Resky Ayu Ansar serta Program studi ilmu kelautan, Muh. Nabil Akbar. Tim PKM-PE.

Tim ini didampingi oleh salah satu dosen Prodi Manajemen sumberdaya perairan yakni ibu Dr. Sriwahyuni Rahim, S.T., M.Si.

Penjelasan Ketua Tim PKM-P Bumerang

Kerang Hijau
Mahasiswa FIKP Unhas lakukan penelitian Kerang Hijau> (Foto; istimewa)

Nur Asmi Kama selaku Ketua Tim PKM-P Bumerang menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, logam berat yang ada dalam daging kerang hijau diikat oleh senyawa yang terkandung dalam gracilaria yakni methalothionein.

“Metalothionein merupakan polipeptida yang kaya sistein yang mempunyai kemampuan mengikat logam. Kemampuan metalothionein mengikat ion logam berkaitan dengan keberadaan gugus merkaptida yang dimilikinya,” ujr Asmi, Rabu, 12 Juni 2019.

Pembuatan bubur rumput laut, kata dia, yaitu dengan cara menimbang rumput laut sebanyak 6 gram, kemudian dimasukkan ke dalam blender yang telah diisi air sebanyak 100 ml.

“Aktifkan blender hingga rumput laut benar-benar halus. Setelah halus, rendam daging kerang hijau yang telah dipisahkan dari cangkangnya. kemudian dilakukan destruksi sampel. Analisis logam dilakukan dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry),” paparnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Akreditasi Program Studi PG-PAUD UIM Meningkat

Terkini.id, Makassar - Universitas Islam Makassar (UIM) patut berbangga, salah satu program studi yang dibinanya kembali memperoleh akreditasi B.Program Studi jenjang Strata 1 Pendidikan