Terkini.id — Malam itu, panggung ballroom Swiss-Belhotel Makassar diselimuti cahaya hangat. Denting musik pengiring lomba Duta Wisata Sulawesi Selatan 2025 bergema di ruangan.
Para finalis berdiri tegak dalam balutan busana tradisional modern. Tapi di antara mereka, satu nama mencuri perhatian bukan karena langkahnya di catwalk, melainkan karena gagasannya: I. Sofi Al-Fatihah, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Ketika juri mengumumkan Best Advocacy, sorot lampu tertuju padanya. Ia tersenyum tenang — bukan senyum kemenangan, melainkan kelegaan seorang aktivis muda yang akhirnya didengar.
Di balik prestasi itu, ada cerita kecil dari lorong-lorong kampung yang sering ia datangi. Di sana, anak-anak berlari tanpa sepatu, bermain dengan dinding sebagai kanvas dan potongan arang sebagai pensil.
Dari merekalah Sofi belajar arti advokasi. Bukan sekadar bicara di podium, tapi memberi ruang bagi suara yang nyaris tak terdengar.
- Siang Terik, Malam Remang, Jejak Pengabdian Satgas TMMD Ke-128 yang Tak Pernah Padam
- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Briton English Education Jadi Sponsor Utama Inersia Royal Championship 2026 di Makassar
Program yang ia bawa ke ajang Duta Wisata itu bernama Ruang ASA — singkatan dari Ruang Anak Asah Seni dan Imajinasi.
Ia menggagasnya sebagai wadah bagi anak-anak di wilayah kurang terjangkau untuk belajar mengekspresikan diri lewat seni.
Di Ruang ASA, anak-anak diajak menggambar, menulis, menari, atau sekadar bercerita tentang mimpi mereka.
“Saya percaya seni adalah cara paling manusiawi untuk mengasah imajinasi dan kepercayaan diri anak-anak,” ujar Sofi.
“Mereka hanya butuh ruang — dan seseorang yang mau mendengarkan.”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
