Terkini, Makassar — Di tengah hiruk-pikuk politik dan dinamika kehidupan sehari-hari, sosok Mahfud MD, Ketua Dewan Pakar Kahmi Nasional sekaligus mantan Menkopolhukam, kembali menunjukkan keteladanan yang patut diapresiasi.
Dalam kunjungannya ke Makassar, Mahfud menghadiri acara “Ngopi” (Ngobrol Politik) bersama beberapa keluarga besar Kahmi dan HMI Sulsel. Namun, yang menarik perhatian adalah sikap beliau saat menjadi khatib di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf.
Masjid Al-Markaz, yang berdiri megah sejak 28 tahun lalu, kini tengah menjalani renovasi besar-besaran. Kondisi ini tidak luput dari perhatian Mahfud MD. Setelah menyampaikan khutbahnya, Mahfud dengan tegas menolak menerima honor yang biasanya diberikan kepada khatib. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, namun juga mengundang rasa hormat dan kekaguman.
“(Mahfud MD) Enggan terima amplop ini,” ujar Mustari Mustafa.
Menurutnya, tindakan Mahfud ini bukan hanya sekadar simbol integritas, tetapi juga cerminan kepeduliannya terhadap kondisi rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
- Wali Kota Makassar Apresiasi Polisi Berantas Geng Motor, Pos Kamling Akan Diaktifkan
- Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bentuk Komcad ASN, Wamenhan: Langkah Gubernur Andi Sudirman Patut Diapresiasi
- Komisi D DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Lunasi Sisa Pembayaran Lahan Stadion Sudiang
- Pemkot Bersama Nusantara--RAPPO Perkuat Kolaborasi Makassar Bersih
- Pemkot Makassar Siapkan PLTSa Rp3 Triliun untuk Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Di tengah kondisi masjid yang sedang dalam perbaikan, keengganan Mahfud untuk menerima honor memberikan pesan kuat tentang pentingnya kontribusi dan solidaritas umat dalam memelihara tempat ibadah.
Renovasi masjid besar ini memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mahfud, dengan tindakannya, seolah mengingatkan bahwa peran serta masyarakat dalam mendukung renovasi masjid sangatlah vital.
Pesan Mahfud ini mendapatkan sambutan hangat dari para hadirin yang merasa tergerak untuk ikut serta dalam upaya renovasi. Mereka menyadari bahwa menjaga dan memperbaiki masjid adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pengurus masjid semata.
Selain itu, Mahfud juga berbicara tentang pentingnya menjaga integritas dalam setiap tindakan, terutama di ranah publik.
Sebagai mantan Menkopolhukam, ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik harus dimulai dari tindakan kecil namun bermakna.
Menolak honor sebagai khatib mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa sangat besar jika dilakukan dengan niat yang tulus.
Diskusi dalam acara “Ngopi” tersebut juga membahas berbagai isu terkini, termasuk tantangan yang dihadapi oleh umat Islam dalam menjaga keutuhan dan keberlanjutan fasilitas keagamaan.
Mahfud mengingatkan pentingnya kerja sama dan gotong-royong dalam menghadapi tantangan ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
