Makassar Digital Valley Kembali Gelar Communivation Virtual, Ini yang Dibahas

Makassar Digital Valley Kembali Gelar Communivation Virtual, Ini yang Dibahas

FD
Fachri Djaman

Penulis

“Saya pribadi awalnya aktif dalam komunitas sosial semasa di kampus, hal ini yang menjadi titik mula saya tertarik dengan sociopreneur,” tambahnya.

Adi Saifullah lantas bercerita bahwa ia memulai MallSampah itu pada tahun 2015 dengan sederhana sekali.

“Hanya menggunakan website namun akhirnya di tahun 2019 merilis aplikasi untuk memudahkan transaksi pengguna dan akhirnya terus bertahan sampai saat ini karena sudah ada ratusan pengepul yang membutuhkan bantuan kami di MallSampah dan kami ingin semua orang memiliki akses untuk mendaur ulang sampahnya,” terang Adi Saifullah Putra.

Founder Perawat.id, Faisal Jabir juga menekankan pentingnya bagi para startup untuk terus membuka diri belajar dan terus melakukan riset untuk mengembangkan produk kita agar bisa memenuhi kebutuhan para pengguna dan juga memberi dampak positif di masyarakat.

Lebih lanjut ditambahkan oleh Iqra Putra Sanur yang merupakan Bizdev CleanUp Indonesia, bahwa apapun latar belakang yang kita punya saat ini bukan menjadi penghalang untuk menjadi bagian dari memberi dampak kepada masyarakat karena membangun startup digital tidak lain untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dan menjadikannya sebagai sebuah solusi yang berdampak positif bagi para penggunanya.

Baca Juga

“Latar belakang keluarga saya itu PNS ya, setelah lulus dari Institut Pertanian Bogor memang sudah memutuskan untuk membangun startup digital berbekal pengalaman membangun bisnis konvensional sebelumnya, pada akhirnya melihat sampah ini menjadi segmen yang potensial di masa depan, akhirnya membangun CleanUp Indonesia sebagai layanan pengangkut sampah dan mulai berkolaborasi dengan mitra pengangkut sampah di tahun 2018,” jelas Iqra Putra Sanur.

Andi Azat Yusran yang merupakan Manager Product dari Panganku juga bercerita awal mula ia membangun Panganku sejak sering melakukan kegiatan mendaki gunung, ia melihat banyak petani selama di perjalanan dan melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang potensial untuk di bawah ke kota.

“Jadi Panganku sudah mulai sejak tahun 2013, saat itu kami belum memiliki aplikasi, aplikasi Panganku kami bangun di tahun 2019 dan hal yang sebenarnya tidak kami sangka bisa mengalami kenaikan transaksi yang sangat signifikan di atas 100% di masa pandemi Covid-19 karena memenuhi kebutuhan masyarakat di kota Makassar dan sekitarnya,” tambah Andi Azat Yusran.

Demikian halnya yang disampaikan oleh Founder Helper Indonesia, Abdurrazaq. Ia menyampaikan bahwa 17 Agustus 2018 menjadi titik awal Helper Indonesia membuka layanan di Kota Makassar dan tidak menyangka ternyata yang awalnya hanya menerima 52 orderan dalam sebulan saat itu.

“Bulan berikutnya karena orderan yang semakin tinggi, bulan berikutnya kami sudah ada mitra-mitra baru sesuai dengan pola kemitraan yang telah kami buat,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.