Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Kota Palopo Melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menggelar Kegiatan Pelatihan Manajemen Homestay, dilaksanakan di Hotel Harapan Jl. Mangga No.100 Kota Palopo, Senin 26 Oktober 2020.
Itu sesuai Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor 8 tahun 2020 dengan Petunjuk Penggunaan Dana Alokasi Khusus Dana Pelayanan Kepariwisataan Tahun Anggaran 2020.
Kepala dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilham Hamid, dalam laporannya menyampaikan tujuan pelaksanaan Manajemen Homestay ini pertama agar peserta memahami pengetahuan tentang pelayanan Manajemen Homestay.
Kedua, mampu memahami dan menerapkan pemasaran Manajemen Homestay, ketiga peserta juga dapat mengimplementasikan kompetensinya dalam pelayanan di bidang Homestay.
Lanjutnya, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai dari 26-28 Oktober dan peserta yang mengikuti 40 orang yang terdiri dari masyarakat di sekitar objek2 wisata, dan masyarakat yang nantinya bisa digunakan rumahnya selaku sebagai homestay untuk melayani tamu-tamu yang berwisata.
- Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulawesi untuk Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Saat Long Weekend
- Gammara Hotel Hadirkan Paket "Stay & Bring Home Happiness", Tamu Bisa Bawa Pulang Kelinci Lucu
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Tebus Murah 1.000 Paket Sembako untuk Warga Makassar
- Polres Jeneponto Tegaskan Bakal Menutup Tambang Ilegal yang Terbukti Beroperasi, Publik Menunggu Langkah Nyata
- Pemkot Makassar Segera Lantik Kepala Sekolah Definitif
Mewakili Walikota Palopo, Sekertaris Daerah Kota Palopo Drs. Firmansyah DP, SH.M.Si menyampaikan penghargaan kepada kepala dinas pariwisata dan ekonomi kreatif karena telah menyelenggarakan kegiatan ini, dan kegiatan ini telah sejalan dengan Misi ke-5 yang termuat dalam RPJMD Kota Palopo Tahun 2018-2023 tentang mewujudkan iklim yang toleran terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang bercirikan nilai budaya Luwu.
“Jadi kegiatan ini sesuai juga dengan RPJMD kita, dimana salah satu misinya bagaimana kita bisa menciptakan iklim yang toleran terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kota Palopo yang tujuannya adalah bagaimana pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa memiliki daya saing yang tinggi dengan sektor-sektor lainnya,” katanya.
Sekda juga mengatakan, bahwa Palopo ini tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, tetapi Palopo merupakan daerah transit dimana jika di kelolah dengan baik akan menambah penghasilan dari masyarakat kita.
“Olehnya itu destinasi-destinasi wisata disini harus di perbaiki sedemikian rupa, begitupun dengan pengelolah-pengelolah homestay harus siap memberikan pelayanan yang bagus bagi para turis dan para pelaku wisata di kota Palopo ini.” Harapnya
Turut hadir, Kepala perangkat Daerah Kota Palopo, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Palopo, serta Undangan lainnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
