Terkini.id, Makassar – Hingga detik ini, wabah virus corona masih menjadi topik hangat perbincangan orang-orang. Tak hanya orang luar negeri, tapi juga masyarakat Indonesia bahkan Sulawesi Selatan.
Pasalnya, virus ini telah masuk ke Indonesia dan menyebabkan beberapa orang terinfeksi virus corona dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Tidak sedikit juga dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar virus tersebut.
Salah satu tenaga medis yang terpapar virus Corona saat merawat pasien di Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo adalah Prof Idrus A Paturusi.
Pasca mengumumkan dirinya positif Corona, tokoh peduli kemanusiaan tersebut kini menjalani perawatan di ruang Isolasi RS Unhas.

Di balik ruang isolasi Rumah Sakit Unhas, mantan Dokter Kepresidenan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prof Idrus A Paturusi menuliskan kisah haru dan juga berpesan kepada seluruh tenaga medis dan paramedis.
- Viral Aksi Ibu Berkerudung saat Momen Car Free Day: Tolong, Anakku Butuh Ganja Medis
- Yusril Ihza Bertanya, Apakah Kelalaian Negara Terkait Kematian Massal Termasuk Genosida?
- LAZIS Masjid Berdaya Selenggarakan Sunatan Massal Bertajuk Hadiah untuk Anak
- Kabar Terkini Pengembangan Penelitian Obat Virus Corona di Indonesia
- RS Islam Faisal Beberkan Alasan Rumahkan 157 Karyawan di Tengah Pandemi
Pesan itu diunggah mantan Rektor Universitas Hasanuddin tersebut pada Jumat 27 Maret 2020 sekitar pukul 07:56 WITA
“Ass ww, dari ruang isolasi isinkan saya menyampaikan ungkapan terima kasih yang sangat dalam kepada para Sahabat, kerabat, sejawat, masyarakat dan seluruh relawan kesehatan atas doanya,” tulisnya.
Ia juga mengabarkan kondisinya saat ini.
“Berkat doa itu, Alhamdulillah hari ini saya merasa lebih sehat setelah kemarin suhu tubuh saya agak meninggi,” bebernya lagi.
Selain itu, Dokter spesialis Bedah Tulang dan Praktisi Pendidikan ini juga mengingatkan kepada sejawat relawan medis dan paramedis, terhusus adik-adikku, anak-anakku para dokter para perawat yang bertugas baik di rumah sakit maupun di Puskesmas untuk menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia ini.
“Ingat banyak masyarakat yang sangat tergantung dan menaruh harapan atas kerja profesional kita. Mari kita bekerja dan melayani dengan ikhlas Inshaa Allah Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjukNya,” ujarnya.
“Sumpah Hypocrates yang pernah kita ucapkan mengantarkan saya akan membaktikan hidup saya demi perikemanusiaan harus selalu jadi pedoman,” jelas Komisaris PT Semen Tonasa.

Menurutnya, keikhlasan kalian yang bekerja walaupun dengan APD yang tidak maksimal harus menjadi perhatian pemerintah. Walaupun demikian Alhamdulillah banyak masyarakat juga dengan ikhlas ikut berbagi. Sekali lagi sebagai relawan Kesehatan perlu tetap menjaga stamina dan daya tahan.
“Semoga krisis wabah ini cepat dapat diatasi. Cuplikan video di WUHAN dimana para relawan kesehatan yang telah mengakhiri tugasnya membuat banyak orang terharu, betapa masyarakat Wuhan berbaris dengan tertib pada jalan-jalan yang dilalui kendaraan para relawan yang akan kembali ke daerahnya masing-masing,” urainya.
Mereka mengelukan malah sampai mereka bersujud melepas kepergian mereka. Satu contoh bagaimana memerangi wabah ini.
“Di bilik isolasi ini saya berdoa semoga adik-adimku anak-anakku para relawan senantiasa diberikan kekuatan kesehatan dalam menjalankan tugas mulia ini,” tulis Idrus.
“Lakukanlah kebaikan sekecil apapun dengan keikhlasan oleh karena mungkin itu yang akan memasukkan kita kedalam Surga,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
