Yusril Ihza Bertanya, Apakah Kelalaian Negara Terkait Kematian Massal Termasuk Genosida?

Terkini.id, Jakarta – Seorang akademisi bidang hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra memberikan saran agar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) segera berbicara dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengkaji banyaknya korban medis yang jatuh terkait penanganan Covid-19.

Seperti diketahui bersama, selama lebih dari 1,5 tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sudah banyak dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang lain gugur dalam melakukan tugasnya sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

Saran serupa disampaikan oleh Ihza dalam acara Webinar yang digelar oleh IDI pada Sabtu, 31 Juli 2021 malam.

Baca Juga: Ternyata Ada Negara Pemenang dan Pecundang, Lantas Indonesia yang Mana?

Acara tersebut diketahui diikuti oleh ribuan orang dokter dan pengamat. Selain itu, juga turut hadir Ketua Satgas Penanganan Covid PB IDI Prof Dr Zubairi Jurban, Ketua PB IDI Dr Daeng M. Faqih, dan Dr Norman Zianal.

Yusril mengatakan bahwa ada potensi pelanggaran HAM yang berat atas kelalaian pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga: ‘Dikhianati’ Tiga Presiden, Begini Curhatan Yusril Ihza Mahendra

“Ada potensi pelanggaran HAM yang berat atau ‘gross violation of human rights’ atau tidak,” ucap Ade Armando dikutip terkini.id dari rmolid.

Selain itu, ia pun memberikan pertanyaan tentang apakah kelalaian pemerintah dalam penanganan Covid-19 bisa dikatakan sebagai genosida.

“Apakah kelalaian atau salah kebijakan oleh negara yang berakibat kematian massal dapat dikategorikan sebagai genosida atau tidak?” sambungnya.

Baca Juga: ‘Dikhianati’ Tiga Presiden, Begini Curhatan Yusril Ihza Mahendra

Atas hal tersebut, ia pun meminta kepada Komnas HAM untuk segera melakukan kajian terkait persoalan tersebut dengan kolaborasi bersama dengan IDI.

“Namun pengkajian lebih dalam terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran HAM berat tetap harus dilakukan,” pungkasnya.

Bagikan