Masuk

Mantan Sekretaris Umum FPI Diganjar Hukuman 3 Tahun Penjara Dalam Kasus Tindak Pidana Terorisme

Komentar

Terkini.id, Jakarta- Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam Munarman divonis tiga tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

“Menyatakan terdakwa Munarman terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana terorisme,” ujar Ketua Majelis Hakim di ruang sidang utama PN Jakarta Timur dalam tayangan langsung televisi, Rabu 6 April 2022.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa berupa pidana tiga tahun penjara,” tegas Hakim dalam putusannya.

Baca Juga: Denny Siregar Sebut Tidak Ada Penyobekan Tenda Kalau FPI yang Beri Bantuan

Sebagaimana dalam laporan Tempo.co, Munarman ditangkap langung oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI. Dia ditangkap di rumahnya di Perumahan Modern Hills, Pamulang, Tangerang Selatan pada Selasa 27 April 2021 sekitar pukul 15.30 WIB.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Munarman telah melakukan pemufakatan jahat, persiapan, percobaan, atau pembantuan dalam melakukan aksi terorisme. Selanjutnya, Jaksa menuntut Munarman dengan hukuman delapan tahun penjara.

Menurut Jaksa, Munarman dengan beberapa tokoh lain telah bermufakat untuk menegakkan khilafah dengan memberikan dukungan kepada kelompok teroris ISIS.

Baca Juga: Soal Istilah, Habib Rizieq Minta Pelacur Jangan Dikasih Julukan yang Bagus

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Munarman delapan tahun penjara,” kata jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin, 14 Maret 2022 dikutip dari Antara.

Dalam persidangan, Munarman melakukan pembelaan dengan mengatakan bahwa dirinya tidak menyuruh orang untuk melakukan kekerasan.

“Tidak ada kata atau kalimat saya yang mengarah ke baiat, hijrah, dan menyuruh melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun. Menyuruh membunuh, menyuruh menculik, dan menyuruh menghancurkan benda-benda atau objek vital,” jelas Munarman, Senin, 21 Maret 2022.

Munarman menyebut tuduhan Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya melalui pledoi setebal 450 halaman sama sekali tidak terbukti.

Baca Juga: Ramai Tagar Bongkar Pembantai KM 50, Denny Siregar: Ada yang Menari di Kasus Ferdy Sambo

“Tidak ada satu pun atau kalimat saya yang mengandung tujuan untuk menggerakkan orang melakukan tindakan terorisme,” ujar dia.

Video yang menjadi dasar laporan awal terhadap dirinya ke kepolisian dengan framing berbaiat dengan ISIS tidak terbukti.

“Setelah ditonton bersama dalam persidangan, tidak terbukti saya ikut berbaiat. Di dalam video yang ditonton bersama, saya tidak mengangkat tangan ataupun mengucapkan kalimat baiat,” ujar dia.

Majelis Hakim menyatakan Munarman telah bersalah dengan melanggar Pasal 13 C Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme juncto UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-undang.