Terkini.id, Bogor – Markas atau Sekretariat Pengurus DPC PDIP Kabupaten Bogor dibom molotov oleh orang tidak dikenal (OTK), Selasa dini hari tadi, 28 Juli 2020.
Sekretariat yang juga merupakan rumah dari salah seorang pengurus DPC PDIP Bogor itu berlokasi di Jalan Cikopo Selatan, Desa Gadok, Kecamatam Megamendung, Kabupaten Bogor.
Melansir detikcom, kejadian tersebut terjadi sekitar Selasa dini hari, pukul 02.00 WIB.
Akibat pelemparan bom molotov itu, pintu utama Sekretariat PDIP Bogor tersebut rusak.
Tak hanya itu, sebuah mobil yang terparkir di lokasi kejadian juga menjadi sasaran pelemparan bom molotov pelaku.
- Perambahan Hutan di Kawasan PPKH, Gakkum Imbau Laporkan untuk Diproses Hukum
- Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal di Makassar, Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional
- Kisah Bupati Lutim: Menunda Kuliah, Jadi Sopir, Lalu Raih Cumlaude
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
Namun, mobil tersebut tidak mengalami kerusakan yang cukup parah.
Saat ini, Tim Labfor dan anggota Polrestabes Bogor telah datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP untuk menyelidiki insiden tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono meminta polisi segera menangkap pelaku pelemparan bom molotov itu.
“DPD PDIP Jabar mengutuk keras dan meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan proses hukum terhadap pelaku,” kata Ono, Selasa 28 Juli 2020 seperti dikutip dari cnnindonesiacom.
Pihaknya juga telah meminta kepada kader PDIP di Jabar khususnya di Kabupaten Bogor tak terprovokasi dengan insiden tersebut.
PDIP Jabar, kata Ono, selalu membuka ruang dialog kepada semua pihak untuk berdiskusi dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi rakyat.
“Tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan dengan dialog,” ujarnya.
Pihaknya pun berharap tak ada kejadian kekerasan serupa lagi di hari mendatang.
“Saat ini ada gerakan teror yang terus menerus dilakukan kepada PDIP yang dimulai dari pembakaran bendera partai saat demo penolakan RUU HIP (Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila),” ujar Ono.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
