Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Andi Arief turut menanggapi soal donasi Rp2 triliun Akidi Tio yang disebut kepolisian bermasalah karena ada indikasi penipuan.
Andi Arief mendesak kepolisian untuk memanggil pegiat media sosial, Denny Siregar dkk terkait masalah ini.
“Polisi presisi harus panggil Denny Siregar dkk,” katanya melalui akun Andiarief__ pada Senin, 2 Agustus 2021.
Andi Arief menyinggung bahwa keluarga Akidi Tio datang ke Polda Sumsel seolah-olah mau sumbang 2 T dan diliput media.
Setelah itu, kata Andi Arief, Denny Siregar dkk yang ia sebut buzzeRp turut menyebarkan opini mengenai sumbang tersebut.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
“Putri Akidi Tio punya alasan pinjam/tipu sana sini dengan alasan biaya pencairan. Hasilnya nol,” kata Andi Arief.
“Polisi harus mencari hubungan keterlibatan Denny Siregar dkk dengan putri Akidi Tio,” tambahnya.
Ditelusuri Terkini.id, Denny Siregar memang sempat melontarkan pujian-pujian kepada Akidi Tio soal sumbangan Rp2 triliun tersebut.
Melalui akun Twitternya, Denny Siregar pun mengaku bersalah karena terlalu muda percaya.
“Iya, gua ngaku kena prank. Gua salah karena terlalu percaya. Namanya juga senang ada yg mau kasih bantuan,” katanya melalui akun Dennysiregar7.
“Lu juga pernah, kan? Waktu belain Ratna Sarumpaet?” tambah Host Cokro TV itu.
Adapun sebelumnya diberitakan bahwa anak Akidi Tio Heriyanti dijemput penyidik Polda Sumsel untuk diperiksa terkait pemberian sumbangan Rp2 triliun yang bermasalah.
Direktur Intelkam Polda Sumatera Selatan, Kombes Ratno Kuncuro mengungkapkan bahwa ada indikasi penipuan setelah dilakukan penyidikan.
“Kapolda sebelumnya membentuk tim. Tim pertama menyelidiki kebenaran asal-usul komitmen itu (bantuan), tim kedua soal penanganan uang karena jumlah banyak. Hasilnya ternyata ada penipuan,” ujarnya, dilansir dari Kompas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
