Masih Ada Warga Salat Berjemaah di Masjid, Ini Reaksi Polda Sulsel

Terkini.id, Makassar – Meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diberlakukan di Kota Makassar, tetap saja ada sejumlah warga yang melaksanakan salat berjemaah di masjid. Padahal sudah ada imbauan agar tempat ibadah ditutup selama PSBB.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo berharap masyarakat paham tujuan pemerintah untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya Covid-19.

Jumlah kasus terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan tren kenaikan.

Baca Juga: Polda Sulsel Ungkap Praktik Prostitusi Online, Libatkan 3 Anak di...

Sebagian sembuh, sebagian lagi menjalani perawatan, dan sebagian lain meninggal dunia. Bahkan, sangat mungkin sebagian orang yang terinfeksi belum masuk data laporan Kementerian Kesehatan RI karena sejumlah keterbatasan.

“Karena perilaku masyarakat yang belum disiplin menjaga jarak,” kata Ibrahim, Jumat 24 April 2020.

Baca Juga: Polisi Amankan 112 Miras Tanpa Izin, Penjual Terancam Kurungan dan...

Beberapa daerah mengambil kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk di Kota Makassar. Namun sebagian orang masih salah dalam memahami keputusan tersebut.

“Jangan disalah artikan terkait pelarangan ibadah tersebut,” kata Ibrahim.

Menurut dia, hal ini merupakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan umat dan jemaah dari Covid-19. Menghindari berkumpulnya orang dengan menutup sementara tempat ibadah.

Baca Juga: Polisi Amankan 112 Miras Tanpa Izin, Penjual Terancam Kurungan dan...

Penyebaran Covid-19 di masjid menjadi sangat mudah karena bisa terjadi pada alas tempat salat. Terpercik virus disentuh lagi oleh orang yang sehat.

“Jadi saya harap masyarakat memahami. Ibadah salat berjemaah tidak dilarang. Namun menghindari terjangkit Covid-19,” ungkap Ibrahim.

Dia menambahkan, sebagian orang di masjid mungkin terlihat tetap sehat-sehat saja, namun bisa terkena virus bawaan. Boleh jadi stamina tubuh mereka lagi baik. Virusnya tidak mempengaruhi kondisinya. Karena daya tahan tubuhnya baik, namun tetap sebagai pembawa virus.

“Tapi, bagaimana dengan jemaah yang kebetulan daya tahan tubuhnya sedang rendah? Mungkin karena dia lagi kecapean, mungkin dia sedang lelah, mungkin stress, kurang istirahat, kurang tidur, kurang minum dan lainnya,” kata Ibrahim.

Bagikan