Masyarakat Adat Ballasuka Gowa Menghadapi Bencana yang Makin Sering Terjadi

Masyarakat Adat Ballasuka Gowa Menghadapi Bencana yang Makin Sering Terjadi

HZ
Sahrul Gunawan
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Sekitar sekitar 40 persen rumah masyarakat Adat Balassuka merupakan bangunan semi permanen dan 60 persen masih berbentuk rumah panggung yang memiliki bahan utama kayu dan bambu dalam bangunannya.

Keindahan alam masih terjaga dengan hamparan pegunungan dan persawahan yang menambah keindahan di wilayah adat balassuka yang memiliki suhu rata-rata 16–23 derajat Celcius serta udara sejuk di pagi hari.

Perubahan Iklim Membuat Bencana Lebih Sering Terjadi

Perubahan pola iklim belakangan ini, membuat masyarakat Komunitas Masyarakat Adat Balassuka ikut terdampak. Banjir besar yang melanda pada Februari 2024 yang disebabkan oleh curah hujan ekstrem menjadi salah satu yang terparah dalam sejarah yang menghantam rata-rata 3 hingga 4 petak sawah masyarakat adat di sepanjang Sungai Tanggarra.

Banjir melanda lahan-lahan sawah dan kebun masyarakat, sementara pemukiman mereka, dilanda oleh longsor besar. Bencana ini bahkan membuat beberapa rumah masyarakat adat rusak akibat terbawa arus longsoran serta membuat akses jalan masyarakat terputus akibat tertimbun longsoran.

Baca Juga

Bukan hanya itu, ketika musim kemarau tiba, masyarakat adat menghadapi tantangan berbeda yaitu sumur tradisional mengering, aliran sungai mengecil dan debit mata air menurun drastis.

Salah seorang warga masyarakat adat, Jumri saat dijumpai di kediamannya pada jumat 1 agustus 2025 menegaskan teguhnya prinsip masyarakat dalam merawat hutan adat sebagai sumber penghidupan.

“Ompo (Hutan adat) ini pelindung utama dan sumber penghidupan kami dan jika rusak, kami yang akan paling terdampak,” ungkapnya.

Meskin jauh dari Masyarakat sudah mulai beradaptasi , masyarakat adat membangun tanggul, memperbaiki saluran air dan merawat mata air secara bergotong-royong.

Namun, upaya ini dinilai belum cukup menghadapi ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Dukungan pemerintah dan pihak terkait sangat dibutuhkan, baik dalam memperkuat pengelolaan hutan adat maupun menyediakan infrastruktur air bersih yang memadai.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.