Menurut Muswahyuddin selaku Masyarakat adat Balassuka saat dijumpai di kediamannya pada jumat, 1 Agustus 2025 mengatakan masyarakat telah melakukan berbagai upaya adaptasi, seperti membangun bak penampungan air, gotong royong memperbaiki saluran dan menjaga hutan adat.
Akan tetapi, mereka menegaskan perlunya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menghadapi tantangan banjir, longsor dan kekeringan yang kian sering terjadi agar kekayaan wilayah adat kami dapat diwariskan ke generasi selanjutnya.
“Kami terus menjaga wilayah adat kami terutama menjaga hutan dan sumber air untuk diwariskan ke generasi selanjutnya,” ungkapnya.
Di tengah perubahan itu, Muswahyuddin menegaskan bahwa hutan adat tetap menjadi penopang hidup. Di dalam hutan adat (Ompo) masyarakat adat mendapatkan kayu bakar, bambu, rotan, madu, umbi-umbian, dan tanaman obat seperti Raung tobo-tobo untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga dalam hutan adat itulah masyarakat bergantung untuk kebutuhan air yang mengaliri persawahan dan untuk kebutuhan sehari hari.
Akan tetapi dominasi pohon pinus mengancam kelestarian hutan dan kelangsungan hidup masyarakat Adat Balassuka.
- Perempuan Penentu Peradaban: Pilar Utama Pencetak Generasi Gemilang
- Buka Turnamen Walikota Cup 2026, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Pembinaan Atlet Sepak Bola Berkelanjutan
- Klinik Gigi Daengtisia Gelar Pelatihan Gigi Palsu dengan Dukungan dari PDGI Makassar dan Prodi Prostodonsi FKG UNHAS
- Rayakan HUT ke-80, BNI Tebar Promo hingga Rp8 Juta untuk Nasabah
- Pedagang Es Kelapa Muda Rotterdam Pindah ke Depan Pasar Kampung Baru, Lebih Nyaman
“Hutan adat itu bukan hanya pohon, tapi sumber hidup. Air yang kami pakai untuk minum, masak dan sumber air untuk sawah semua bergantung di hutan adat”.
Keberlangsungan hidup masyarakat Adat Balassuka sampai saat ini dan seterusnya sangat bergantung pada kelestarian hutan adat, Generasi muda dan orangtua adat Balassuka harus berusaha mempertahankan tradisi dan kebiasaan masyarakat adat balassuka karena menjaga hutan berarti menjaga masa depan yang akan diwariskan ke generasi berikutnya.
Penulis, Sahrul Gunawan adalah Jurnalis Komunitas Masyarakat Adat
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
