Menurut Muswahyuddin selaku Masyarakat adat Balassuka saat dijumpai di kediamannya pada jumat, 1 Agustus 2025 mengatakan masyarakat telah melakukan berbagai upaya adaptasi, seperti membangun bak penampungan air, gotong royong memperbaiki saluran dan menjaga hutan adat.
Akan tetapi, mereka menegaskan perlunya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menghadapi tantangan banjir, longsor dan kekeringan yang kian sering terjadi agar kekayaan wilayah adat kami dapat diwariskan ke generasi selanjutnya.
“Kami terus menjaga wilayah adat kami terutama menjaga hutan dan sumber air untuk diwariskan ke generasi selanjutnya,” ungkapnya.
Di tengah perubahan itu, Muswahyuddin menegaskan bahwa hutan adat tetap menjadi penopang hidup. Di dalam hutan adat (Ompo) masyarakat adat mendapatkan kayu bakar, bambu, rotan, madu, umbi-umbian, dan tanaman obat seperti Raung tobo-tobo untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga dalam hutan adat itulah masyarakat bergantung untuk kebutuhan air yang mengaliri persawahan dan untuk kebutuhan sehari hari.
Akan tetapi dominasi pohon pinus mengancam kelestarian hutan dan kelangsungan hidup masyarakat Adat Balassuka.
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Sinergi Dinas Kesehatan dan P2KB, Latih Kader, Perkuat Langkah Percepat Penurunan Stunting di Jeneponto
- RS Mata JEC ORBITA Makassar Perkenalkan PRESBYOND untuk Atasi Gangguan Penglihatan Usia 40 Tahun ke Atas
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
- PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Agrikultur melalui Program Electrifying Agriculture
“Hutan adat itu bukan hanya pohon, tapi sumber hidup. Air yang kami pakai untuk minum, masak dan sumber air untuk sawah semua bergantung di hutan adat”.
Keberlangsungan hidup masyarakat Adat Balassuka sampai saat ini dan seterusnya sangat bergantung pada kelestarian hutan adat, Generasi muda dan orangtua adat Balassuka harus berusaha mempertahankan tradisi dan kebiasaan masyarakat adat balassuka karena menjaga hutan berarti menjaga masa depan yang akan diwariskan ke generasi berikutnya.
Penulis, Sahrul Gunawan adalah Jurnalis Komunitas Masyarakat Adat
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
