Terkini.id, Jakarta – Survei yang digelar Development Technology Strategy (DTS) nyatakan tiga tokoh yang akan bersaing ketat di Pilpres 2024 mendatang adalah Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Selanjutnya juga dijelaskan oleh Direktur Eksekutif DTS Ainul Huda bahwa tingkat popularitas dan keterpilihan ketiga tokoh tersebut rinciannya yaitu Ganjar Pranowo (31,57%), Prabowo Subianto (28,10%) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (24,58%).
“Nama ketiganya konsisten muncul di posisi teratas jika diskenariokan terdapat 10, 7 dan 3 kandidat capres pada pilpres 2024,” ucap Ainul, Senin 15 November 2021.
Lebih lanjut dijelaksan, di bawah tiga nama kandidat terkuat itu, muncul nama-nama lain seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Menparekraf Sandiaga Uno, Mensos Tri Rismaharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua DPR Puan Maharani, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Jenderal Andika Perkasa, Menag Yaqut Cholil Qoumas hingga Presiden PKS Ahmad Syaikhu.
Meski begitu, Ainul mengatakan bahwa dinamika dan perubahan distribusi pemilih masih sangat potensial terjadi. Dengan kata lain, belum ada kandidat yang secara konsisten lebih superior dibanding lainnya karena angka-angka rating popularitas dan keterpilihan para figur yang berselisih tipis.
Kemudian, menurut Ainul perubahan peringkat pun masih terbuka lebar antara Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, terutama jika terjadi perubahan skenario kandidasi, dilansir dari Liputan6.
Menurut Ainul ada kemungkinan beberapa scenario yang akan terjadi. Skenario pertama, jika Prabowo tidak maju pada pilpres 2024, maka suara pendukungnya akan berpindah ke Anies Baswedan.
“Itu artinya, rivalitas antara Ganjar dan Anies akan semakin ketat. Sebab Pendukung Prabowo sebagian besar akan menggeser dukungannya ke Anies,” ucap dia.
Skenario kedua, adalah jika Ridwan Kamil masuk dalam kandidasi tiga besar, maka selisih rating Ganjar dan Anies akan kian tipis alias persaingan semakin ketat. Komposisi yang muncul adalah Ganjar (33,33%), Anies (32,70%), dan Ridwan Kamil (13,49%).
Sementara pada skenario ketiga, Anies akan mengungguli Ganjar jika Erick Tohir ikut maju sebagai Capres, dan Prabowo tidak maju.
“Demikian juga jika Ganjar pada akhirnya tidak mencalonkan diri, kontestasi ketat akan terjadi di antara Prabowo dan Anies, karena suara Ganjar akan terpecah ke Prabowo dan Erick,” jelas Ainul.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
