Media Asing Soroti Kebijakan Presiden Jokowi Mengenai Larangan Ekspor Minyak Goreng

Media Asing Soroti Kebijakan Presiden Jokowi Mengenai Larangan Ekspor Minyak Goreng

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Keputusan Presiden Jokowi dalam mengatasi permasalahan minyak di Indonesia menjadi sorotan media asing.

Media Inggris, Reuters mengatakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia tidak hanya akan mempengaruhi dalam negeri namun dunia internasional.

James Fry selaku Ketua Konsultan Komoditas LMC International menilai larangan ekspor minyak tidak hanya akan mempengaruhi minyak sawit namun minyak nabati.

“Keputusan Indonesia tidak hanya mempengaruhi ketersediaan minyak sawit, tetapi juga minyak nabati di seluruh dunia,” ucap James Fry, dikutip dari pikiranrakyat.com bersumber dari Reuters, Rabu 27 April 2022.

“Ini terjadi ketika tonase ekspor semua minyak utama lainnya berada di bawah tekanan: minyak kedelai karena kekeringan di Amerika Selatan; minyak lobak karena tanaman kanola yang membawa bencana di Kanada; dan minyak bunga matahari karena perang Rusia di Ukraina,” ujar Fry.

Baca Juga

Selama ini Indonesia menjadi pemasok setengah dari total minyak impor India. Disusul oleh Bangladesh dan Pakistan yang mengimpor hampir 80 persen minyak sawit Indonesia.

Selain itu Ketua Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA) Rasheed JanMohd menyatakan, bahwa keputusan Presiden Jokowi akan membuat setiap negara menderita.

“Tidak ada yang bisa mengkompensasi hilangnya minyak sawit Indonesia. Setiap negara akan menderita,” imbuh Rasheed JanMohd.

Sebagai informasi bahwa Presiden Jokowi mengeluarkan keputusan bahwa Indonesia akan memberhentikan ekspor bahan baku minyak.

Ketetapan ini akan berlaku pada Kamis 28 April 2022 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Hari ini saya telah memimpin rapat tentang pemenuhan kebutuhan pokok rakyat utamanya yang berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri. Dalam rapat tersebut telah saya putuskan pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng,” tutur Jokowi dilansir dari pikiranrakyat.com, Rabu 27 April 2022.

Jokowi berharap dengan langkah memberhentikan ekspor minyak sawit akan membuat masalah perminyakan di Indonesia teratasi.

Ia juga berjanji akan terus melakukan evaluasi atas keputusan larangan ekspor bahan baku minyak ini.

“Saya akan terus memantau dan terus mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini agar ketersediaan minyak goreng di dalam negeri melimpah dengan harga terjangkau,” lanjutnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.