Megawati Cemaskan Indonesia Jika Dirinya Tidak Ada, Pengamat: Seharusnya Cemaskan PDIP

Megawati Cemaskan Indonesia Jika Dirinya Tidak Ada, Pengamat: Seharusnya Cemaskan PDIP

R
Caroline Chintia
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaMegawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP mengungkapkan kerisauannya pada kondisi Indonesia kedepannya jika dirinya sudah tidak ada.

Megawati mengungkapkan kerisauannya tersebut dalam Seminar Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa. Pada Rabu, 1 Juni 2022.

Menangapi hal tersebut, Jamiluddin Ritonga mengungkapkan bahwa kondisi Indoensia akan akan tetap baik baik saja, sehingga Megawati tidak usah risau. 

“Generasi muda Indonesia tak perlu diragukan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Mereka akan bertanggung jawab menerima estafet tersebut.

Mereka akan menggunakan gaya kepemimpinan yang berbeda dengan yang ada sekarang, termasuk gaya kepemimpinan Megawati di kala menjadi presiden,” ujar Jamiluddin di Jakarta, Minggu, 5 Juni 2022. Dilansir dari voi.id

Baca Juga

“Jadi, Megawati duduk manis saja dengan membiarkan generasi muda berkreasi. Cara mereka memimpin tak perlu harus sama dengan yang sudah dilakukannya,” sambungnya.

Jamailuddin sebut, Megawati seharusnya cemas dengan kondisi PDIP jika dirinya sudah tidak ada

menurutnya itu lebih penting dicemaskan Megawati terkait upaya PDIP agar tetap utuh dan rukun tanpa dirinya.  

“Dengan cara mereka memimpin, Indonesia justru berpeluang akan lebih baik. Indonesia akan lebih demokratis di semua bidang. Karena itu

energi Megawati lebih baik difokuskan untuk memuluskan regenerasi di PDIP. Kalau hal itu berhasil dilakukannya, maka PDIP akan baik-baik saja seandainya ditinggalkannya,” katanya.

Kalau PDIP baik-baik saja, tambah Jamiluddin, Indonesia juga akan lebih cepat menjadi negara modern.

Sebab sebagai partai besar, PDIP akan berkontribusi atas baik buruknya Indonesia ke depan.

“Jadi, tanggung jawab utama Megawati justru memastikan PDIP baik-baik saja di kala ditinggalkannya. Megawati tak perlu memikirkan Indonesia tanpa dirinya.

Generasi muda siap kapan saja meneruskan estafet kepemimpinan di Indonesia,” katanya.

 Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekhawatiran

atas kondisi bangsa RI hari ini yang dianggapnya terlalu nikmat di zona nyaman.

Hal itu diungkap Megawati saat menyampaikan refleksi kebangsaannya di peringatan Hari Lahir Pancasila.

Presiden ke-5 RI itu menjadi pembicara kunci di Seminar Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 secara virtual, Rabu, 1 Juni.

Mulanya, Megawati bicara soal kekagumannya atas budaya bangsa Timur dan enggan mengikuti arus Barat.

“Masa kita mau ngikutnya ke Barat mulu, lho, dari sisi budaya seni itu yang namanya Timur itu luar biasa, lho,” ujar Megawati.

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) itu pun kemudian menyinggung negara-negara besar. Dia menyebut negara tersebut tak didiami bangsa aslinya.

“Yang disebut orang Amerika itu orang asli Amerika, kan nggak. Mereka itu orang dari Inggris sebagai penjahat dibuang ke sana. Di Australia gitu juga, ‘kan Aborigin. Selandia Baru. Mau kita dibegitukan? Kalau saya ndak biar orang tua,” ujarnya.

Megawati lantas menceritakan pernah menyampaikan kekhawatirannya itu kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Di saat itulah dia mengkhawatirkan kondisi RI.

“Coba dong, jangan merasa, saya bilang sama Sekjen saya, nih, kok bangsaku udah terlalu nikmat dengan zona nyaman, lho, aku udah khawatir, lho. Nanti kalau saya udah ndak ada terus piye yo, gimana yo,” kata Megawati.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.