Terkini.id, Jakarta – Kader PDIP, Dewi Tanjung kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Mantan Wapres RI Jusuf Kalla atau akrab disapa JK terkait buzzer.
Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 28 Februari 2021, politisi PDIP itu menyebut Jusuf Kalla sudah pikun lantaran lupa bahwa ketua PMI tersebut punya buzzer bayaran peliharaan.
“JK lagi Ngomongin dirinya sendiri. Mungkin dia udah Pikun jadi Lupa Ama Bazzer bayaran piaraan nya dia,” cuit Dewi Tanjung.
Ia pun merasa kasihan dengan JK dan menyebut Wapres ke-10 dan ke-12 tersebut dengan sebutan ‘Pak Tua’.
“Kasian Pak Tua satu ini. Hanya Allah SWT yang akan menunjukkan kebenaran di atas kebenaran,” ucap Dewi Tanjung.
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
- Pidato Jusuf Kalla Dipolemikkan, LBH Hidayatullah: Tidak Ada Penistaan Agama!
- Beredar Video JK Disebut Terbang ke Teheran, Jubir Sebut Cuma ke Negara-negara ASEAN
- Tanah Dibeli 30 Tahun Lalu, JK Heran Tiba-Tiba Ada yang Datang Mau Merampok Lahannya di Depan TSM Makassar
- Jusuf Kalla Lakukan Peletakan Batu Pertama Gedung RS Islam Faisal Makassar
Kicauan Dewi Tanjung tersebut menanggapi foto tangkapan layar sebuah pemberitaan berjudul “Akui Buzzer Sengaja Dihadirkan Saat Kampanye, JK: Mereka Sumber Segala Kekacauan”.
Mengutip Detik.com, sebelumnya Wakil Presiden dua periode (2004-2009 dan 2014-2019), Jusuf Kalla (JK) kembali mengungkapkan uneg-unegnya seputar kiprah para buzzer di tanah air.
Dia mengakui buzzer sengaja hadir dan mendapat ruang dalam kampanye pemilu untuk menyampaikan segala hal positif kandidat yang didukungnya. Juga sebaliknya mereka dipersiapkan untuk mengkritisi kekurangan para kandidat lain yang menjadi lawannya.
“Sebenarnya buzzer itu mulai pada setiap kampanye. Tapi itu biasa saja, bagaimana memuji pasangan calon yang didukungnya atau mencela lawannya,” kata JK, Selasa 23 Februari 2021 saat menjawab Tim Blak-blakan Detik.com.
Mestinya, kata Jusuf Kalla, kerja mereka berhenti setelah pemilu selesai karena suda ada pihak yang menjadi pemenangnya. Tapi yang terjadi kemudian justru menjadi geng yang terus dipelihara, dibayar untuk membuli siapa yang mengkritik.
“Jadi tolonglah siapa itu yang bisa memperbaiki. Sebab sumber segala kekacauan adalah buzzer-buzzer itu. Seharusnya sudah lah, tidak perlu lagi ada pencitraan yang macam-macam. Tidak perlu lagi merusak nama orang, biar demokrasi berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
