Megawati Dinilai Rasis Terhadap Papua, Pemuda Papua: Kami Dulu Dukung PDIP, Sekarang Mohon Maaf Tidak Bisa Karena Kami Dihina

Megawati Dinilai Rasis Terhadap Papua, Pemuda Papua: Kami Dulu Dukung PDIP, Sekarang Mohon Maaf Tidak Bisa Karena Kami Dihina

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pengguna media sosial yang diketahui adalah salah satu Pemuda Papua dengan akun @papuamuslim95 menyayangkan sikap rasis Megawati Soekarnoputri kepada mereka.

Pemuda Papua ini melalui cuitannya di media sosial Twitter, yang dilihat pada, Minggu 26 Juni 2022, melontarkan kekecewaannya tehadap Megawati dan PDIP.

Dalam narasi cuitannya, @papuamuslim95 mempertanyakan maksud Megawati melontarkan pernyataan rasis terhadap Papua yang ia nilai sebagai sebuah penghinaan.

Disertai dengan memposting foto Megawati dalam tweetnya, @papuamuslim95 mengungkapkan kekecewaannya kepada Megawati.

Dia tidak menampik bahwa Papua memang terlahir dengan kulit hitam dan rambut keriting, namun itu semua atas kehendak sang maha pencipta, sehingga meminta Megawati untuk menyadari hal itu.

Baca Juga

“Ibu Mega menghina kami orang Papua atas dasar apa? Kami memang terlahir dari kulit hitam keriting. Semua atas kuasa Allah jadi saya harap ibu sadar hal itu”, tulis @papuamuslim95.

Megawati Dinilai Rasis Terhadap Papua, Pemuda Papua: Kami Dulu Dukung PDIP, Sekarang Mohon Maaf Tidak Bisa Karena Kami Dihina

Dengan adanya pernyataan Megawati dalam Rakernas PDIP beberapa waktu lalu yang mengatakan kopi susu dan diduga merujuk ke warna kulit Papua, maka hal ini menimbulkan ketersinggungan, sehingga Megawati dinilai rasis.

Meski disampaikan dengan nada bercanda, ucapan rasis ini tetap menuai kecaman, termasuk dari orang Papua yang tidak terima dengan pernyataannya itu.

Imbas dari bercandaan ‘Kopi Susu’ Megawati ini pun membuat pemuda Papua @papuamuslim95 dengan lantang menyatakan penolakannya terhadap Megawati dan PDIP.

Dia menyampaikan bahwa dulu mereka mendukung PDIP, namun sekarang mereka meminta maaf karena tidak lagi memberikan dukungan terhadap Megawati dan PDIP karena mereka telah dihina.

“Kami dulu dukung PDIP tapi sekarang mohon maaf kami tidak bisa dukung ibu karena kami dihina oleh ibu sendiri. Ibu sudah tidak butuh demokrasi”, tulisnya lagi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.