Terkini.id, Makassar-Masalah epilepsi bukanlah semata masalah penyakit/medis saja, tapi besar pengaruhnya terhadap masalah psikologis penderita dan masalah sosial di masyarakat. Peran serta dari keluarga terdekat sangat dibutuhkan demi penanganan yang maksimal.
Berangkat dari berbagai masalah yang ada, dr. Andi Weri Sompa yang tercatat sebagai Ketua Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi (PERPEI) Makassar, mengadakan Gathering Family Sahabat Epilepsi.
Selain Ketua, sehari-harinya aktif sebagai dokter spesialis saraf turut menyampaikan terimakasih kepada teman-teman telah hadir untuk bertukar pengalamannya dengan epilepsi.
“Melalui pertemuan ini juga, orang dengan epilepsi dan keluarganya agar memberikan informasi kepada tetangga sekitar bahwa epilepsi itu tidak menular dan bisa sembuh,” bebernya kepada media.
Diakuinya, orang dengan epilepsi (ODE) seringkali mengalami keterbatasan dalam memilih jenis pekerjaan sehingga mereka harus memilih profesi khusus dan fokus pada area kerja spesifik sejak dini. Padahal tidak sedikit dari mereka yang memiliki prestasi diatas rata-rata.
- Cobig Tour Bantah Pernyataan Garuda Indonesia, Tegaskan Visa 361 Jamaah Umrah Sudah Terbit
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80
- Hut Bhayangkara Ke-80, Polres Jeneponto Bagikan Bantuan, Waujudkan Kepolisian Hadir Di Hati Rakyat
- Booth Kota Makassar di Event APEKSI 2026 Tampilkan Pinisi, AI, UMKM dan Inovasi Daur Ulang
- Wabup Gowa Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi Pemkab dan Polri
“Jangan salah, penderita epilepsi juga dapat beraktivitas dan berkarya seperti manusia normal lainnya,” kata Ketua Perpei Makassar ini.
Selanjutnya dijelaskan, ODE yang mempunyai bakat silahkan dikembangkan, toh demikian pilihlah bakat yang aman, dan tidak mengeluarkan tenaga berlebihan.
“Epilepsiadalah gangguan sistem saraf pusat di mana aktivitas otak menjadi tidak normal. Ketidaknormalan aktivitas otak ini memicu kejang atau pergerakan tubuh yang tidak disadari, serta kadang-kadang hilangnya kesadaran,” begitu disampaikan dr. Weri.
Dikatakan dr. Weri, hidup dengan epilepsi tidak bermasalah. Ia berharap dari family gathering ini ada sharing season dan saling memotivasi dan ODE tidak sendiri.
“Penyandang epilepsi juga perlu menghindari hal-hal yang dapat memicu serangan/kejang,”jelas dr. Weri.
Menurut dr. Weri, berikut beberapa hal yang dapat memicu kekambuhan pasien epilepsi, yaitu: Stimulasi cahaya dapat memicu kekambuhan, sehingga hindari lampu diskotik, video game, pantulan televisi dan cahaya gawai.
Berikutnya, Olahraga berlebihan. Penyandang epilepsi tetap butuh olahraga tetapi jangan melakukan olahraga yang memorsir tenaga. Hindari olahraga di ketinggian seperti panjat tebing dan naik gunung. Berenang boleh tapi harus ditemani.
Lalu, Stres atau kondisi menegangkan. Pemicu berikutnya, Kurang tidur, kedinginan, kelelahan, minuman beralkohol dan kurang makan bahkan kelaparan.
Lebih jauh diterangkan, Agenda lain dari Family Gathering ini sebagai ajang diskusi persiapan seminar, launching buku, workshop Elektro Ensefalografi (EEG) dan EGG read. Kegiatan ini dalam menyambut Hari Epilepsi Se-Dunia pada 26 Maret 2020 mendatang.
“Untuk logo dan tageline epilepsi se-dunia, hingga sekarang belum ada,” tutupnya.
Family Gathering Sahabat Epilepsi dikemas secara santai namun serius berlokasi di Warunk kopi Upnormal, Jalan Andi Djemma yang dahulu dikenal jalan Landak Baru Makassar. Minggu 8 Desember 2019.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
