Terkini.id, Makassar – Kejang demam pada anak, merupakan kejang yang dipicu oleh demam dan umumnya tidak menimbulkan dampak yang berbahaya, sedangkan epilepsi merupakan kondisi yang perlu penanganan serius dimana kejang terjadi berulang tanpa dipicu oleh demam.
Hal tersebut menjadi topik bahasan pada Webinar kesehatan yang dihelat Siloam Hospitals Makassar, pada Rabu 3 Agustus lalu yang dihadiri ratusan peserta edukasi melalui kanal Instagram, zoom meeting dan presentasi offline di rumah sakit yang berlokasi di jalan Metro Tanjung Bunga kav 9 Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebagai Pembicara dalam edukasi tersebut, dokter Spesialis Neurologi, dr Lilian Triana Limoa M.Kes Sp.N(K) mengatakan akan kejang demam dengan definisi singkat, yaitu bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38″c) dan disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (di luar rongga tengkorak).
Apabila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam, perhatikan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP (infeksi susunan saraf pusat), atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama terjadinya demam.
“Adapun Epilepsi atau ‘ayan’ merupakan kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang berulang (bangkitan/serangan berupa kejang) yang menyerang karena kerusakan atau perubahan dalam otak,”tutur Lilian Triana, Dokter Spesialis Neurologi, Konsultan Neuropediatri di awal sesi edukasi.
- Purple Day: Stop Stigma, Tetap Peduli, Stand Up For Epilepsy
- Derita Suspek Epilepsi Seorang Tahanan Kasus Narkoba Meninggal Dunia
- Lagi, Pria Terkapar di Pinggir Jalan dan Warga Takut Mendekat, Ternyata Epilepsi
- Peringati Hari Epilepsi Se Dunia 2020, Perpei Cabang Makassar Gelar Berbagai Kegiatan
- Melalui Family Gathering, Perpei dan Komunitas Peduli Epilepsi Makassar Bertukar Pengalaman
Disampaikan Lilian, terdapat perbedaan kejang demam dan epilepsi secara garis besar, adalah pemicunya dan bentuk bangkitan kejangnya. “Dibedakan dari durasi, tipe kejang, usia dan lain sebagainya,” imbuh Lilian Triana.
Dan perbedaan kejang demam dengan epilepsi sangat banyak segi yang patut diketahui antara lain kejang demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun sedangkan Epilepsi cukup bervariasi.
Kondisi demam memang sering menjadi pemicu, penyebab kejang demam ekstrakranial dan tidak ada riwayat kejang tanpa demam sebelumnya, sedangkan epilepsi penyebab dari intrakranial dan sering terdapat riwayat bangkitan kejang yang sama sebelumnya.
Penyebab kejang demam adalah Ektrakranial (di luar rongga tengkorak). Adapun Epilepsi dipastikan Intraktanial.
Kejang demam tidak butuh riwayat sebelumnya seperti Epilepsi dengan segi durasi serta berulang.
Mencegah Epilepsi dengan Jari Tangan Dan Meminum Kopi adalah Mitos
Pada edukasi, disampaikan pula bahwa mencegah epilepsi dengan menekan jari tangan ada benarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
