Terkini.id, Jakarta – Presiden Jokowi mengakui bahwa pada saat dirinya menghubungi Volodymyr Zelensky pada Rabu 27 April 2022 kemarin, ada permintaan khusus dari Presiden Ukraina ke pemerintah Indonesia.
Presiden Volodymyr Zelensky meminta agar Indonesia mengirimkan senjata militer untuk Ukraina agar bisa digunakan untuk melawan Rusia yang saat ini sedang menginvasi negerinya.
Namun Presiden Jokowi menolak permintaan tersebut karena tidak sesuai dengan prinsip konstitusi yang dipegang oleh Indonesia.
“Saya menegaskan sesuai amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri Indonesia, melarang pemberian bantuan persenjataan ke negara lain,” ujar Jokowi dilansir dari tempo.co, Sabtu 30 April 2022.
Menurut Jokowi, Indonesia hanya bisa memberikan bantuan kemanusiaan dan akan terus mengupayakan perdamaian terhadap Rusia dan Ukraina.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Sebagai informasi bahwa dalam percakapan antara orang nomor satu di Ukraina dengan Presiden Jokowi adalah Indonesia mengundang Ukraina untuk menghadiri KTT G20 di Bali nanti.
Jokowi juga menghubungi diktator Rusia, Vladimir Putin dan mengkonfirmasi kehadiran Rusia dalam KTT G20. Putin pun menyatakan bahwa dirinya akan hadir, tidak lupa juga Putin menceritakan kondisi Ukraina saat ini.
Jokowi berharap dengan hadirnya Putin dan Zelensky, upaya KTT G20 dalam menyatukan seluruh negara di dunia akan tercapai.
“Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia,” tutur Jokowi.
Diketahui sebelumnya ketika Sri Mulyani memimpin rapat pertemuan seluruh Menteri Keuangan negara anggota G20 di Washinton DC, perwakilan dari Amerika Serikat dan sekutunya melakukan walkout saat Rusia maju untuk menyampaikan pidatonya.
Hal ini merupakan akibat dari kemarahan Negara Barat dan sekutunya terkait Putin yang hingga saat ini tidak ingin berdamai dengan Ukraina.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
