Menagih Janji Wali Kota Makassar Soal Ojol Day

Menagih Janji Wali Kota Makassar Soal Ojol Day

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Komunitas Ojek Online atau Ojol menagih janji Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto soal Ojol Day pada Maret 2021 lalu. 

Hingga kini janji tersebut belum terealisasikan. Bahkan tak lagi pernah dibicarakan oleh wali kota dua periode itu.

Bahkan, tanda-tanda pergerakannya pun belum ada. Indikasi rencana sekedar jadi bualan politik pun beredar ditengah masyarakat, khususnya di kalangan Mitra Ojol.

Ketua Komunitas Mitra Berbagi, Burhanuddin Nur mengaku belum mendengar lanjutan dari rencana yang pernah Danny Pomanto umumkan.

Ia tak menampik bahwa ada rasa kecewa yang muncul akibat umbaran janji tersebut. Menurutnya.

Baca Juga

Pihaknya sudah memberikan statement dari dulu terkait dukungan terhadap rencana pemberlakuan Ojol day, tetapi hingga sekarang realisasinya belum jelas.

“Ini saya juga bingung itu, lama sudah dibincangkan bahkan saya sudah ada statement mendukung, karena dengan satu isu program ini banyak permasalahan yang dapat diselesaikan. Tapi sayang sekarang dilupa, malah balapan yang di urus. Lantang bangia yang didahulukan,” ujar Burhan, Rabu, 18 Mei 2022.

Ia menjelaskan baik dirinya dan rekan-rekan yang bergabung dalam Ojol tak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi mitra jika program ini terlaksana.

Melainkan masalah lain bisa terlihat, soal keselamatan, parkir liar, dan lalu lintas bisa turut terselesaikan pada Ojol Day.

“Kalau memang perlu dikaji, yah boleh. Kalau tidak bisa langsung seluruh masyarakat, bisa lingkup pemerintah saja dulu, di aplikasi kan bisa diatur,” katanya.

“Misal untuk tujuan balaikota itu ada diskon-diskon tertentu atau masuk ditunjangan transportasi, semua bisa di aplikasi, sekarang sudah canggih,” lanjut lelaki yang juga merupakan Mitra Ojol Mobil itu.

Burhan mengaku tak keberatan jika memang pengkajian dibutuhkan. Ia hanya berharap, janji ini bisa direalisasikan, sehingga isu ini tak hanya menjadi ucapan sesaat untuk menenangkan masyarakat saja.

“Mitra tentu ada yang bertanya terkait kelanjutannya, tapi mereka bisa apa. Kita ini kalau ada tentu disyukuri, kalau tidak ada, tidak apa-apa. Artinya sekarang kita tahu kalau ini sekedar kalimat politik, hanya janji-janji manis. Political willnya di mana?” tuturnya.

Lebih lanjut, ia bersedia membuka forum, jika memang pada kajiannya ternyata ada dampak besar yang dirasakan baik bagi pengguna atau masyarakat, agar didapat solusi yang baik untuk semua pihak. 

“Cuma berharap ada realisasi, ini disayangkan, karena isunya sudah keluar kemana-mana,” tandas Burhan.

Sementara, Salah satu Mitra Ojol Motor, Chairul mengaku, memang pernah mendengar digadangnya program Ojol Day.

Meski begitu, Ia tak menampik dirinya tak mengetahui informasi lanjutan terkait progres program tersebut. Baginya, kini, ia hanya berfokus untuk mencari nafkah untuk keluarga.

“Kalau memang jadi terealisasi kami bersyukur, karena dulu sempat heboh sekali itu program, lalu tiba-tiba hilang kabar. Daripada dipusingi lebih baik tetap jalan saja sendiri,” tuturnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Makassar, Iman Hud mengaku pihaknya hanya menunggu instruksi untuk menindaklanjuti program ini. 

Ia menyebut isu ini telah lama dicanangkan untuk mengantisipasi jumlah penggunaan kendaraan, hal lain juga dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Itukan himbauan Wali Kota Makassar, kita menyesuaikan saja bagaimana membackup itu,” tutupnya. 

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.