Terkini.id, – Peradangan pada usus buntu atau Apendisitis dialami banyak orang dan umumnya diselesaikan dengan cara operasi. Namun adakah cara lain yang bisa sembuhkan usus buntu tanpa operasi?
Gejala usus buntu ditandai dengan keluhan beragam seperti merasa sakit pada perut bagian kanan bawah, rasa nyeri yang biasa muncul dari pusar yang menjalar ke bagian perut kanan bawah, rasa mual dan muntah, tidak berselera makan, demam ringan dan rasa sakit saat kencing.
Kondisi seperti ini adalah gejala dari peradangan usus buntu. Diperlukan pemeriksaan darah, urine, panggul, USG, CT-Scan sampai MRI untuk memastikan gejala di atas adalah benar karena apendisitis.
Apendisitis terjadi di usus buntu yang merupakan organ berbentuk tabung dengan panjang sekitar tujuh sampai sepuluh centimeter di dalam tubuh.
Peradangan pada usus buntu menurut Harvard Health Publishing seperti melansir dari Kompas.com, disebabkan karena infeksi bakteri, virus, parasite dan atau jamur.
- Manjakan Lidah di Myko Cafe: Dari Sensasi 'Dirty Series' hingga Mewahnya Ravioli Mango Bliss
- Honda Mei Vibes, Asmo Sulsel Tawarkan Gratis Angsuran hingga 5 Kali untuk Honda BeAT dan Genio
- Koperasi Merah Putih Segera Diresmikan, Wakil Bupati Sidrap Apresiasi Kolaborasi Lintas Sektor
- Terkait Penumpang Dugaan Narkotika, Bandara Hasanuddin Beri Penjelasan Resmi
- Kebersamaan di Dusun Bonto Te'ne: Satgas TMMD ke-128 Bangun Harapan Baru Keluarga Daeng Tompo
Fungsi usus buntu seharusnya sebagai gudang bakteri baik untuk melindungi tubuh dari gangguan pencernaan.
Peradangan pada usus buntu terjadi ketika kotoran atau tumor tersumbat sehingga kondisinya membengkak dan meradang.
Jika kondisi ini dibiarkan meradang tanpa dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan petugas medis maka usus bisa berlubang atau pecah dan terjadi komplikasi yang memicu infeksi menyebar ke seluruh perut dan bisa menyebabkan kematian penderitanya.
Peradangan pada usus buntu jika mengalami gejala tersebut di atas sebaiknya harus segera menghubungi dokter untuk pemeriksaan dan penanganan medis sehingga bisa mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Biasanya dengan diagnosis usus buntu, jalan yang ditempuh untuk mengangkat sumber penyakit ini dilakukan dengan operasi.
Namun, adakah cara lain yang bisa dilakukan tanpa operasi?
Dalam hal penanganan Apendisitis atau usus buntu, dokter akan menakar kondisi pasien untuk menentukan cara mengatasi dengan tepat.
Kebanyakan penyelesaian untuk apendisitis ini dengan pengangkatan usus buntu melalui tindakan bedah atau operasi.
Namun ada pilihan selain operasi yaitu dengan terapi obat yang memungkinkan peradangan usus buntu bisa sembuh. Meskipun hanya sebagian kecil kasus ditangani dengan terapi obat.
Tergantung kondisi penderita jika kasus apendisitisnya tidak terlalu parah maka bisa menggunakan terapi obat antibiotik.
Menurut dokter ahli bedah Mattew Kroh, MD seperti dilansir dari Cleveland Clinic, terapi obat antibiotic bisa jadi pilihan beberapa pasien usus buntu, jika kasus usus buntu tidak rumit dan kondisinya baru bengkak dan belum pecah.
Usus buntu yang meradang bisa mengalami komplikasi seperti muncul cairan nanah atau usus buntu menjadi berlubang, jika tidak segera diobati. Dalam kondisi seperti ini dokter akan merekomendasikan untuk segera melakukan tindakan bedah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah muncul gejala yang parah.
Tindakan bedah diberikan pada penderita usus buntu untuk mencegah komplikasi, usus berlubang dan mengalami infeksi.
Segera kenali gejalanya, usus buntu terletak di perut bagian kanan bawah jadi jika bermasalah akan terasa sakit perut di bagian kanan bawah.
Sebaiknya harus sesegera mungkin memeriksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala seperti di atas supaya bisa tertangani dan tidak harus menempuh proses pembedahan atau operasi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
