Menderita Tumor Ganas, Bocah 13 Tahun Asal Toraja Butuh Uluran Tangan Anda

Toraja
Menderita Tumor Ganas, Bocah 13 Tahun Asal Toraja Butuh Uluran Tangan Anda

Terkini.id, Tana Toraja – Tidak bernasib sama seperti anak berusia 13 tahun pada umumnya, Fadly bocah asal Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan merasakan hal yang berbeda.

Fadly didiagnosis menderita penyakit yang tak biasa, tumor ganas pada tulang kaki bagian kanan menyebabkan pembengkakan yang makin parah hingga sel kanker yang sudah menjalar ke paru-paru.

“Saya ingin sekali ke masjid salat Jumat lagi dan mengajar teman-teman mengaji kak,” kata Fadly saat ditemui di rumahnya di To’pondan RT Aa Batu, Lembang Rantedada, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Minggu 9 Juni 2019.

Banyak hal yang berubah dan mau tidak mau Fadly harus mulai menerima penyakit yang dideritanya. Larut dalam sedih dan marah pun sia-sia. Terbesit dalam kepalanya hanyalah bagaimana ia bisa menjalani hari esok dan seterusnya.

Setelah melewati pemeriksaan di salah satu Rumah Sakit di Kota Makassar pada bulan Maret 2019, lalu, Fadly harus berlapang dada tidak mendapat penanganan medis dikarenakan terkendala dalam pembiayaan.

Dengan tekad yang besar, ia kembali ke kampung halamannya di Mengkendek, Tana Toraja bersama dengan ayahnya yang juga mengidap penyakit Katarak.

Kini, Fadly hanya bisa terbaring menahan rasa sakit

Toraja
Setiap hari Fadly hanya bisa menahan rasa sakit akibat tumor ganas yang dideritanya. (Foto: istimewa)

Hidup dalam kondisi yang serba berkekurangan, tinggal di pelosok daerah yang belum terjangkau oleh listrik, Fadly kini hanya bisa terbaring di rumahnya menahan rasa sakit yang ia derita.

Sebagai penderita penyakit yang terbilang langka, harapannya sederhana, menunggu mujizat untuk sembuh sehingga ia bisa kembali salat berjamaah di Masjid dan mengajar anak-anak lain di kampungnya mengaji.

Kaki bagian kanan yang membengkak terasa nyeri setiap Fadly terjaga. Tidak ada lagi aktivitas yang dapat dilakukannya selain berbaring di kasur.

Bersama dengan ayahnya yang juga menderita katarak, sedang sang ibu sudah lama telah tiada. Fadly hanya bisa menangis dan menahan rasa sakitnya.

Dirinya tidak banyak mengeluh karena tidak ingin sang ayah khawatir dengan kondisinya. Dalam kondisi tersebut, sempat terbesit bahwa ia tak punya bayangan akan masa depan. Baginya, bertemu hari esok saja adalah sebuah kemewahan.

Namun, harapan juang dalam diri untuk sembuh masih ada, sadar akan betapa berat penyakit yang ia derita, Fadly tidak pernah menyerah atau sekadar menyalahkan keadaan. Baginya, inilah cara sang pencipta menunjukkan rasa cinta-Nya.

Belum ada bantuan dari pemerintah daerah

Toraja
Tumor Ganas yang diderita Fadly. (Foto: istimewa)

Berdasarkan diagnosis yang sempat dilakukan oleh pihak rumah sakit, hanya ada dua jalan yang bisa dilakukan untuk kesembuhannya yaitu amputasi atau kemoterapi.

Namun, kedua solusi tersebut tidak bisa dijangkau oleh pihak keluarga dikarenakan fisik yang belum mampu untuk menjalani kemoterapi pun untuk amputasi yang juga merupakan keputusan terberat yang harus diambil.

Sebagai pasien yang berobat gratis, keluarga tak bisa berharap banyak dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana baik dari pihak rumah sakit maupun keluarga yang juga sangat terbatas.

Keterbatasan pengetahuan tentang masalah kesehatan dan penanganannya memang menjadi salah satu faktor lemahnya posisi Fadly dan ayahnya jika berhadapan dengan pengelola jasa layanan kesehatan.

Dengan bermodal Kartu Indonesia Sehat (KIS), ayah Fadly terus berusaha mencari bantuan agar anaknya bisa sembuh. Meskipun sampai saat ini, belum ada bantuan maupun kunjungan dari pihak pemerintah daerah, baik itu kabupaten maupun desa setempat.

Namun ayahnya tidak pernah putus asa untuk terus memperjuangkan keadilan demi kesembuhan Fadly. Alhasil, bantuan dan dukungan pun datang dari pihak keluarga dan tetangga.

Komunitas Tongkonan Pustaka buka donasi untuk Fadly

Toraja
Fadly dan ayahnya (baju putih). (Foto: istimewa)

Selain itu, beberapa komunitas baik itu di Toraja maupun di luar Makassar juga turut memberi dukungan melalui aksi penggalanan dana. Sebut saja diantaranya yaitu Tongkonan Pustaka.

Komunitas lapak baca di Toraja Utara tersebut kini sedang membuka donasi bagi siapa saja yang tergerak hatinya untuk membantu Fadly sembuh.

“Bagi dermawan yang berkenan berdonasi untuk kesembuhan Fadly bisa disalurkan lewat rekening BRI 1665-01-002325-50-2 (Abd Hamid), dan bisa konfirmasi ke WhatsApp 085240649445 (Bonna),” kata Mulyadi, salah seorang relawan yang mengunjungi Fadly.

“Adapun hasil dari penggalangan dana ini akan disalurkan untuk membantu segala kebutuhan dan keperluan Fadly sehari-hari serta penanganan medis yang harus dilalui oleh Fadly,” sambungnya.

Meskipun dana yang terkumpul masih terbilang jauh dari cukup, para relawan serta pihak keluarga yakin bahwa akan selalu ada tangan-tangan halus yang akan terus membantu karena kebaikan sebagaimana adanya akan terus menular.

Komentar
Terkini