Terkini, Makassar – Di tengah hiruk-pikuk industri pertambangan yang selama ini identik dengan dunia laki-laki, semakin banyak perempuan yang membuktikan bahwa mereka juga mampu berperan penting.
Salah satunya adalah Asriani Amiruddin, seorang Regulatory Affairs Specialist PT Vale Indonesia yang telah merasakan langsung dinamika bekerja di sektor energi dan sumber daya alam.
Bagi Asriani, Hari Perempuan Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini memiliki makna yang lebih dalam sebagai pengingat bahwa perempuan memiliki ruang dan kontribusi yang sama pentingnya di berbagai sektor, termasuk industri pertambangan.

“Hari ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga pengakuan terhadap perjuangan perempuan yang telah membuka jalan bagi generasi berikutnya di sektor energi dan sumber daya alam,” ujar alumni SMAN 9 Makassar ini.
Ia menilai kehadiran perempuan di industri tambang kini semakin beragam. Perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai pelengkap, tetapi hadir sebagai engineer, geologist, operator alat berat, hingga pengambil keputusan strategis.
- LP2M UNM Dampingi UMKM Pulau Lakkang Kembangkan Produk Bernilai Tambah
- Andi Hakim Nilai Hasil Hak Angket Harus Berujung Kepastian Hukum, Bukan Sekadar Formalitas
- Daftar Manifes Penumpang KM Nurul Salsa Beredar, Basarnas Lakukan Pencocokan Data
- Basarnas Makassar Terus Cari 24 Korban KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Perairan Selayar
- PNM Mekaar Ubah Hidup Ainun, Kini Jadi Inspirasi Perempuan di Bulukumba
Menurut peraih Best Practice in Community Development ini, menyampaikan bahwa keberagaman di tempat kerja justru membuat industri menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Membuktikan Diri di Dunia yang Didominasi Laki-laki
Perjalanan Asriani di dunia tambang tidak selalu mudah. Di awal kariernya, ia harus bekerja lebih keras untuk membuktikan kemampuan di tengah stereotip bahwa pekerjaan tambang hanya cocok untuk laki-laki.

Namun seiring waktu, ia melihat perubahan yang cukup signifikan. Banyak perusahaan tambang kini mulai membuka ruang yang lebih luas bagi kepemimpinan dan kompetensi perempuan.
“Rekan kerja laki-laki juga memberi ruang bagi kami untuk berkontribusi. Itu membuat perempuan di industri ini bisa berkembang dan menunjukkan kemampuan secara profesional,” kata alumni Magister Manajemen, Keberlanjutan (Sustainability)
Universitas Trisakti ini.
Bagi Asriani, pengalaman bekerja di tambang mengajarkannya tiga hal penting: ketangguhan menghadapi kondisi kerja yang menantang, profesionalisme dalam membangun kepercayaan tim, serta kepercayaan diri bahwa perempuan mampu bersaing secara kompeten.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
