Menembus Dunia Tambang: Kisah Asriani Amiruddin dan Makna Hari Perempuan Sedunia

Menembus Dunia Tambang: Kisah Asriani Amiruddin dan Makna Hari Perempuan Sedunia

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar – Di tengah hiruk-pikuk industri pertambangan yang selama ini identik dengan dunia laki-laki, semakin banyak perempuan yang membuktikan bahwa mereka juga mampu berperan penting.

Salah satunya adalah Asriani Amiruddin, seorang Regulatory Affairs Specialist PT Vale Indonesia yang telah merasakan langsung dinamika bekerja di sektor energi dan sumber daya alam.

Bagi Asriani, Hari Perempuan Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini memiliki makna yang lebih dalam sebagai pengingat bahwa perempuan memiliki ruang dan kontribusi yang sama pentingnya di berbagai sektor, termasuk industri pertambangan.

Menembus Dunia Tambang: Kisah Asriani Amiruddin dan Makna Hari Perempuan Sedunia
Saat memantau pekerjaan off shore, pembangunan Pelabuhan PT Vale Site Morowali.

“Hari ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga pengakuan terhadap perjuangan perempuan yang telah membuka jalan bagi generasi berikutnya di sektor energi dan sumber daya alam,” ujar alumni SMAN 9 Makassar ini.

Ia menilai kehadiran perempuan di industri tambang kini semakin beragam. Perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai pelengkap, tetapi hadir sebagai engineer, geologist, operator alat berat, hingga pengambil keputusan strategis.

Baca Juga

Menurut peraih Best Practice in Community Development ini, menyampaikan bahwa keberagaman di tempat kerja justru membuat industri menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.

Membuktikan Diri di Dunia yang Didominasi Laki-laki

Perjalanan Asriani di dunia tambang tidak selalu mudah. Di awal kariernya, ia harus bekerja lebih keras untuk membuktikan kemampuan di tengah stereotip bahwa pekerjaan tambang hanya cocok untuk laki-laki.

Menembus Dunia Tambang: Kisah Asriani Amiruddin dan Makna Hari Perempuan Sedunia
Asriani Amiruddin dalam sebuah kegiatan sosial perusahaan

Namun seiring waktu, ia melihat perubahan yang cukup signifikan. Banyak perusahaan tambang kini mulai membuka ruang yang lebih luas bagi kepemimpinan dan kompetensi perempuan.

“Rekan kerja laki-laki juga memberi ruang bagi kami untuk berkontribusi. Itu membuat perempuan di industri ini bisa berkembang dan menunjukkan kemampuan secara profesional,” kata alumni Magister Manajemen, Keberlanjutan (Sustainability)
Universitas Trisakti ini.

Bagi Asriani, pengalaman bekerja di tambang mengajarkannya tiga hal penting: ketangguhan menghadapi kondisi kerja yang menantang, profesionalisme dalam membangun kepercayaan tim, serta kepercayaan diri bahwa perempuan mampu bersaing secara kompeten.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.