Apabila memutar, maka dapat menghasilkan sistem pegas yang lebih keras sehingga dibutuhkan beban yang lebih berat agar suspensi pada motor dapat bekerja secara efektif.
Sangat direkomendasikan bagi pengendara yang mempunyai badan cukup gemuk, atau yang terbiasa membawa beban cukup berat ketika berkendara.
Untuk mengatur tingkat redaman yang akan dihasilkan oleh suspensi motor supaya nyaman ketika terkena guncangan, pengendara dapat menyesuaikannya dengan mengatur jarak pegas pada shockbreaker motornya.
Apabila guncangan masih terasa begitu keras maka aturlah jarak redamnya agar dapat sedikit lebih renggang, begitu juga sebaliknya.
Selain itu, dengan mengatur bagian bawah shockbreaker motor maka karakteristik motor pun terhadap guncangan akan menjadi bervariasi, tergantung bagaimana setiap pengendara mengaturnya.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
Meskipun prinsipnya hampir mirip dengan komponen-komponen sebelumnya, namun pada bagian ini akhirnya juga akan berdampak langsung ke connecting rod yang nantinya akan mempengaruhi kinerja suspense motor terhadap bagian rear axle di velg belakang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
