Apabila memutar, maka dapat menghasilkan sistem pegas yang lebih keras sehingga dibutuhkan beban yang lebih berat agar suspensi pada motor dapat bekerja secara efektif.
Sangat direkomendasikan bagi pengendara yang mempunyai badan cukup gemuk, atau yang terbiasa membawa beban cukup berat ketika berkendara.
Untuk mengatur tingkat redaman yang akan dihasilkan oleh suspensi motor supaya nyaman ketika terkena guncangan, pengendara dapat menyesuaikannya dengan mengatur jarak pegas pada shockbreaker motornya.
Apabila guncangan masih terasa begitu keras maka aturlah jarak redamnya agar dapat sedikit lebih renggang, begitu juga sebaliknya.
Selain itu, dengan mengatur bagian bawah shockbreaker motor maka karakteristik motor pun terhadap guncangan akan menjadi bervariasi, tergantung bagaimana setiap pengendara mengaturnya.
- Alumni Teknik Unhas Angkatan 87 Bersiap Gelar Reuni di Kota Malang
- Puluhan UMKM Ikuti UMK Academy 2026 di Makassar, Fokus Green Business dan Digital Marketing
- Grand Opening Bursa Sajadah Makassar, Kemenhaj Sulsel: Jawaban Kebutuhan Jamaah dan Peluang UMKM Lokal
- Pengabdian Kepada Masyarakat: UNM Sukses Melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Kultur Jaringan di SMKN 3 Takalar
- Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Asmo Sulsel Gelar Safety Riding di SMAN 10 Gowa
Meskipun prinsipnya hampir mirip dengan komponen-komponen sebelumnya, namun pada bagian ini akhirnya juga akan berdampak langsung ke connecting rod yang nantinya akan mempengaruhi kinerja suspense motor terhadap bagian rear axle di velg belakang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
