Mengharukan! Ibu Ena Bersalin di Tenda Huntara AMCF

Mengharukan! Ibu Ena Bersalin di Tenda Huntara AMCF

Muh Imran
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Majene – Hari ini di Majene, Kamis, 28 Januari 2021, tepatnya tiga belas hari pasca gempa yang melanda dua kabupaten di Sulawesi Barat yaitu Kabupaten Majene dan Mamuju, Ibu Ena salah satu pengungsi melahirkan dalam suasana mengharukan di tenda Hunian Sementara (Huntara) AMCF sebagai lokasi Pos Pelayanan terpadu Puskesmas Pembantu (Pustu) Lombang, Desa Lombang, Kecematan Malunda, Kabupaten Majene. 

Informasi ini disampaikan langsung Ibu Hartati selaku Bidan Desa Laboan melalui WA kepada Tim Kemanusiaan AMCF yang tiga hari sebelumnya telah mendirikan 6 tenda huntara di Dusun Laboan tersebut.

Mengharukan! Ibu Ena Bersalin di Tenda Huntara AMCF
Bayi Ibu Ena

Dewan pembina AMCF Pusat, Dr Muh Ali Bakri saat dikonfirmasi melalui WA membenarkan berita baik ini dan telah menyampaikan ucapan selamat kepada ibu Ena semoga bayi yang dilahirkan dengan penuh perjuangan dalam suasana duka akibat bencana gempa, senantiasa mendapat keberkahan dari Allah swt dan menjadi anak yang sholehah.

“Saya sangat terharu bercampur gembira mendengar berita baik ini dari bidan desa, yaitu Ibu Hartati yang mengabarkan kepada saya bahwa Ibu Ena telah melahirkan dengan selamat seorang bayi perempunan dengan berat badan 3,0 Kg tepatnya pukul 08.00 pagi ini,” ungkapnya. 

Mengharukan! Ibu Ena Bersalin di Tenda Huntara AMCF
Puskesmas Pembantu Lombang (Lokasi Tenda Huntara AMCF)

Dr Ali Bakri sendiri sempat bertemu dengan Ibu Ena saat mengunjungi pos pengungsian di Desa Laboan bersama tim relawan AMCF dalam rangka membantu sejumlah pengungsi yang membutuhkan tenda huntara AMCF.

Baca Juga

Sebagai informasi, Ibu Ena sendiri bukan berasal dari dusun Laboan tapi berasal dari Dusun Salutahoan,  namun masih dalam wilayah Kecamatan Malunda. Ibu Ena bersama keluarga memilih mengungsi ke Dusun Laboan selain berbatasan dusun juga hampir seluruh warga di Dusun Salutahoan telah meninggalkan kampung tersebut akibat tempat tinggalnya di pegunungan itu sangat rawan longsor serta sebahagian rumah warga roboh akibat gempa berkekuatan 6.2 magnitudo pada jum’at (15/01) dini hari pukul 02.00 yang lalu.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.