Terkini.id, Makassar – Melihat produktivitas gempa susulan yang rendah di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono berharap hal ini sebagai pertanda baik, meski tetap harus waspada.
“Semoga kondisi minim gempa susulan ini terus berlangsung dan tidak tidak gempa kuat lagi, hingga selanjutnya kondisi tektonik kembali stabil dan normal,” kata Daryono, Selasa, 19 Januari 2021.
Kendati gempa Majene dan Mamuju miskin susulan, Daryono berharap gempa berkekuatan 6,2 magnitudo pada Jumat lalu menjadi gempa utama dan tidak akan muncul gempa kuat lagi.
Ia mengatakan Gempa Majene dan Mamuju meruu jenis Gempa Tipe 2. Gempa jenis ini dicirikan dengan adanya serangkaian aktivitas gempa pembuka (foreshocks) yang mendahului sebelum terjadinya gempa utama (mainshock) dengan kekuatan paling besar.
“Selanjutnya diikuti serangkaian gempa susulan (aftershocks),” ungkapnya.
- Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Aman, Dukung Panen Raya dan Percepatan Swasembada Pangan di Barru
- Plt Dirut PDAM Makassar Pastikan Produksi Air Masih Stabil Meski Memasuki Musim Kemarau
- PLN UID Sulselrabar Dukung Pengembangan UMKM Berdaya Saing di Kabupaten Bulukumba
- Jersey Tim Futsal SMAN 8 Makassar Pakai Logo by.U dari Telkomsel
- Mahasiswa Unhas Gelar Seminar Program Kerja KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 di Desa Tompo Bulu
Berdasarkan hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pada terjadi gempa susulan sebanyak 32 kali.
Terhitung sudah 41 kali gempa mengguncang Majene dan Mamuju sejak getaran pertama, Kamis, 14 Januari 2021 hingga saat ini.
“Total aktivitas gempa sejak gempa pembuka berjumlah 41 kali dgn aktivitas gempa dirasakan 5 kali,” tulis Daryono.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
